Dark
Light
Dark
Light

Trump Bilang Amerika Bisa Terseret Konflik Israel-Iran: 'Sekarang Tidak Terlibat'

Trump Bilang Amerika Bisa Terseret Konflik Israel-Iran: 'Sekarang Tidak Terlibat'

Arina.id - Amerika Serikat (AS) bisa saja nanti terseret dalam konflik antara Israel vs Iran. Namun yang pasti saat ini negeri Paman Sam itu menegaskan belum terlibat. Demikian disampaikan Presiden AS Donald Trump.

Pada pekan lalu, Jumat 13 Juni 2023, ketika Israel mulai menyerang fasilitas nuklir di Teheran secara mendadak, AS menegaskan kalau serangan tersebut merupakan rencana Israel sendiri dan tidak melibatkan Amerika. 

Serangan terjadi ketika AS dan Iran berencana membuka ruang negosiasi program nuklir di negeri para Mullah itu. Beberapa jam berselang, Iran membalas serangan Israel dengan meluncurkan roket dan drone yang menggempur beberapa kota di Israel, mulai dari Tel Aviv, Yerusalem dan Haiva. 

Lantas militer negeri Zionis membalas mengebom kilang minyak di Teheran. Saat ini ketegangan sejenak mereda. Presiden Trump, seperti dikutip dari ABC News, menegaskan, "(AS) saat ini tidak terlibat dalam konflik tersebut", katanya kemarin, Minggu 15 Juni 2025.

Presiden AS itu juga mengatakan dirinya akan "terbuka" terhadap kemungkinan Presiden Rusia Vladimir Putin menjadi mediator dalam konflik Israel-Iran.

"Dia (Putin) sudah siap. Dia menelepon saya untuk membicarakan hal itu. Kami sudah berdiskusi panjang lebar tentang hal itu," kata Trump.

Trump dan Putin melakukan pembicaraan via telepon pada Sabtu, 14 Juni 2025, untuk membahas Iran. "Pembicaraan via telepon itu berlangsung sekitar 1 jam. Dia merasa, seperti saya, perang antara Israel dan Iran ini harus diakhiri," kata Trump.

Presiden Amerika mengutus Steve Witkoff untuk membicarakan putaran baru nuklir Iran. Ia dijadwalkan melakukan perjalanan ke Oman pada Minggu kemarin, 15 Juni 2025. Namun setelah serangan Israel, Iran membatalkan pertemuan tersebut. 

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyebut negosiasi nuklir "tidak dapat dibenarkan" setelah serangan tersebut--yang ia nilai dilakukan atas dukungan Amerika Serikat. Trump menyatakan memberi Iran "ultimatum 60 hari" untuk "membuat kesepakatan".

Ia juga mengatakan kepada ABC News bahwa tidak menetapkan tenggat waktu baru. "Tidak, tidak ada tenggat waktu. Tapi mereka sedang berbicara. Mereka ingin membuat kesepakatan. Mereka berbicara. Mereka terus berbicara," kata presiden, merujuk kepada Iran.

Militan Hezbollah ancam serang Pangkalan AS jika dukung Israel

Kelompok militan Syiah yang bermarkas di Irak, Kataib Hezbollah, mengancam akan menyerang pangkalan-pangkalan AS di wilayah tersebut jika Paman Sam memutuskan untuk campur tangan dalam konflik antara Iran dan Israel.

"Sementara Iran dengan berani dan teguh menentang agresi Zionis, kami memantau dengan saksama pergerakan tentara musuh AS di wilayah tersebut," demikian menurut pernyataan dari pemimpin kelompok tersebut, Abu Hussein al-Hamidawi yang diperoleh kantor berita RIA Novosti.

"Jika AS campur tangan dalam perang, kami tidak akan ragu untuk bertindak langsung terhadap kepentingan dan pangkalan-pangkalannya yang tersebar di seluruh wilayah," lanjutnya.

Ia juga meminta pemerintah Irak untuk mencegah eskalasi aksi militer, menutup Kedutaan Besar AS di Baghdad, dan mengusir pasukan pendudukan AS dari negara itu. Disebutkan bahwa pasukan AS merupakan ancaman nyata bagi keamanan Irak dan stabilitas regional.

Eskalasi antara Iran dan Israel dimulai pada Jumat, 13 Juni 2025, ketika angkatan bersenjata Israel meluncurkan Operasi Rising Lion berskala besar, yang menyerang target-target militer Iran dan lokasi-lokasi program nuklir.

Angkatan udara Israel melancarkan beberapa gelombang serangan di berbagai wilayah Iran, termasuk Teheran, tempat sejumlah pejabat tinggi militer Iran tewas, termasuk Kepala Staf Umum Iran Mayjen Mohammad Bagheri dan komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), serta beberapa ilmuwan nuklir.

Sebagai tanggapan, Iran melancarkan Operasi True Promise 3 terhadap fasilitas militer Israel.


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo