Arina.id - Kabar duka datang dari kalangan aktivis pergerakan Indonesia. Johnsony Maharsak Lumban Tobing atau lebih dikenal dengan nama John Tobing meninggal dunia pada Rabu malam 25 Februari 2026.
Nama John Tobing dikenal luas sebagai aktivis di Indonesia, sekaligus pencipta lagu pergerakan 'Darah Juang' yang kerap diputar dan dinyayikan dalam berbagai aksi demonstrasi pekerja dan mahasiswa.
Kabar meninggalnya John ini banyak dibagikan oleh warganet, terutama kalangan aktivis melalui akun media sosial mereka. John dikabarkan meninggal pukul 20.45 WIB di RSA UGM.
Salah satu akun Platform X yang membagikan informasi ini @darusupriyono. "Rest in Pride (RIP) kawan John Tobing, tunai sudah perjuanganmu di dunia fana. Darah Juang & semangatmu tetap abadi..."
Kemudian akun @RizkiKhudory yang menulis "Rest in Power, Bung. Darah Juang kan selalu abadi.."
Sampai berita ini diturunkan, belum detail betul penyebab meninggalnya John Tobing. Namun dari grup-grup WA dan media sosial dikabarkan kalau John meninggal karena ada indikasi serangan jantung.
Tentang lagu 'Darah Juang', lagu ini kerap dinyanyikan saat aksi unjuk rasa sebagai simbol dan semangat bagi anak muda untuk melakukan perlawanan atas penindasan dan ketidakadilan.
Lirik lagu DARAH JUANG – by John Tobing
Di sini negeri kami
Tempat padi terhampar
Samuderanya kaya raya
Tanah kami subur, Tuhan
Di negeri permai ini
Berjuta rakyat bersimbah luka
Anak buruh tak sekolah
Pemuda desa tak kerja
Mereka dirampas haknya
Tergusur dan lapar
Bunda relakan darah juang kami
Tuk membebaskan rakyat
Mereka dirampas haknya
Tergusur dan lapar
Bunda relakan darah juang kami
Padamu kami berjanji
Editor: Muhammad Taufiq


