Jakarta, Arina.id –Sejumlah tokoh agama hingga akademisi dari berbagai latar belakang memberikan catatan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menjelang 100 hari menjabat.
Para tokoh yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa itu menyampaikan pesan di antaranya mengenai kualitas demokrasi, pemberantasan korupsi, kesejahteraan sosial, hingga keadilan di Papua.
Dalam siaran persnya yang diterima Arina.id, Selasa (28/1/2025) gerakan ini mengajak untuk mengambil langkah-langkah konkret dalam menghadapi tantangan yang dihadapi bangsa ini.
1. Meningkatkan Kualitas Demokrasi
Gerakan Nurani Bangsa menyerukan perlunya peningkatan kualitas demokrasi sebagai manifestasi kedaulatan rakyat.
"Setiap langkah penyelenggara negara harus mengedepankan kepentingan rakyat dan menjamin ruang berekspresi yang luas," tulisnya.
2. Menjaga Nilai Kebangsaan
Gerakan Nurani Bangsa mengajak semua elemen bangsa untuk menjaga dan merawat nilai-nilai kebangsaan demi keutuhan dan kesatuan Indonesia.
"Persatuan dalam keberagaman adalah kekuatan kita," ujarnya.
3. Fokus pada Kemaslahatan Rakyat:
Para tokoh meminta seluruh agenda berbangsa dan bernegara harus disandarkan pada kemaslahatan rakyat dan masa depan negara secara berkelanjutan, bukan terjebak pada kepentingan segelintir orang.
4. Memperbaiki Kualitas Pendidikan dan Kesehatan
Gerakan Nurani Bangsa mendesak pemerintah untuk menjalankan program yang mampu memperbaiki kualitas pendidikan dan layanan kesehatan, sehingga setiap warga negara dapat menikmati hak-haknya secara adil.
5. Melindungi Kebebasan Berpendapat
Para tokoh GNB itu menuntut agar seluruh penyelenggara pemerintahan, khususnya aparat keamanan, melindungi dan menjaga kebebasan berpendapat dan berekspresi sebagai hak asasi yang dijamin konstitusi.
6. Pemberantasan Korupsi
Mereka menyerukan kepada semua penyelenggara negara untuk menjadi contoh dalam pemberantasan korupsi dengan menerapkan nilai-nilai anti-korupsi dalam setiap tindakan.
7. Pengelolaan Anggaran yang Bijak
Para tokoh juga meminta pemerintah dan lembaga legislatif untuk mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara lebih adil dan bijak, dengan orientasi pada kesejahteraan sosial.
8. Membangun Papua yang Damai
Gerakan Nurani Bangsa menyerukan agar semua pihak terkait mampu membangun Papua yang damai dan adil, dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan hidup dan ruang hidup warga berdasarkan kearifan lokal.
9. Mengedepankan Nilai Luhur Bangsa
Gerakan Nurani Bangsa mengajak semua penyelenggara negara untuk menjadikan ajaran universal agama dan nilai luhur bangsa, khususnya yang terkristalisasi pada Pancasila, sebagai dasar dalam mengemban amanah bangsa.
10. Ajaran Universal dan Nilai Luhur Bangsa
Semua penyelenggara negara menjadikan ajaran universal agama dan nilai luhur bangsa, khususnya yang terkristalisasi pada Pancasila, sebagai dasar sekaligus orientasi dalam mengemban amanah bangsa. Dengan demikian kepercayaan masyarakat terus terjaga,
berpartisipasi bersama mewujudkan Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur
"Dengan kesadaran kolektif, komitmen bersama, dan iktikad baik untuk selalu memperbaiki kehidupan bangsa," jelasnya.
Sejumlah tokoh hadir di antaranya istri Gus Dur, Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo, Ketua Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Jacklevyn Fritz Manuputty, mantan pimpinan KPK, Laode Muhammad Syarif, hingga akademisi seperti Karlina Rohima Supelli, Setyo Wibowo, dan Ery Seda.
Editor: Kendi Setiawan


