Arina.id ~ Pesawat Garuda Indonesia (GIA 1105) yang membawa 450 jemaah sempat mengalami kerusakan mesin dan membuat harus putar balik ke landasan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Pesawat jemaah haji asal Embarkasi Makassar, kloter lima (UPG-5), Sulawesi Selatan itu akhirnya tiba di tanah suci Madinah setelah pesawat pengganti yang mereka tumpangi mendarat di Bandara Amir Mohammad bin Abdul Aziz (Madinah) pada 16 Mei 2024 pukul 03.51 WAS.
Setiba di Madinah, tepatnya di gate Haji Bandara AMAA, suasana haru dan syukur menyelimuti jemaah haji. Mereka langsung melakukan sujud syukur untuk mengekspresikan kegembiraan.
Sejak keberangkatan hingga tahu dalam keadaan darurat, para jemaah tetap bersikap tenang. Sikap tenang jemaah calon haji (JCH) Kloter 05 Embarkasi Ujungpandang yang pesawatnya kembali ke Bandara Sultan Hasanuddin karena gangguan teknis itu, tidak lepas dari peran Ketua Kloter AM Yusuf Hakim.
Ketika pesawat dinyatakan harus kembali ke Bandara Sultan Hasanuddin, Yusuf menenangkan jemaahnya. Dia pun mengaku salut karena tidak terjadi kepanikan. "Jemaah baik-baik saja. Kami semua beristighfar hingga pesawat kembali mendarat di bandara Hasanuddin," jelas Yusuf.
Pesawat kata dia, dinyatakan harus berputar kembali setelah terbang sekitar setengah jam. Penerbangan menuju Madinah dengan menggunakan Garuda GA 1105 Pukul 15.30 Wita. "Penerbangan on time. Alhamdulillah tidak ada jemaah trauma. Saat harus kembali, lampu seatbelt juga belum padam. Tiba-tiba pilot umumkan ada masalah," terangnya.
Pesawat landing pukul 17.15 WITA. Rombongan ini disambut Kakanwil Kemenag di bandara. Mereka kemudian dibawa kembali ke Asrama Haji Sudiang untuk makan malam dan salat isya.
Jemaah yang mayoritas berasal dari Kabupaten Gowa ini terbang kembali menuju Madinah dengan pesawat Garuda pengganti pada pukul 21.00 WITA.
"Alhamdulillah. Kami tiba selamat. Dan di bandara, kami juga dilayani dengan baik," ujarnya.
Rohani Binti Maddo, (50), salah satu penumpang pesawat GA 1105, mengaku awalnya takut juga. Tapi akhirnya mengaku senang karena pesawat pengganti lebih bagus. "Pesawatnya menurut teman yang duduk dekat jendela berputar-putar selama tiga kali. Di pesawat kami tenang semua. Tidak ada ribut atau panik. Kami semua berzikir," cerita Rohani.
Wanita yang bertempat tinggal di Kota Malino, Gowa ini, mengetahui pesawat nyaris kecelakaan justru dari berita di handphone dan info dari keluarga di kampung.
"Saya tidak trauma. Kami dikasi pesawat yang bagus dan lebih baru. Saat di pesawat kami berzikir. Menyerahkan semua kepada Allah Swt," kata Rohani yang buka usaha baju di kampungnya.
Sementara itu, setelah tiba di Madinah, calon jemaah haji kloter UPG 5 menempati hotel mereka menginap pada Kamis (16/5.2024) pagi.
Begitu memasuki waktu dzuhur, mereka juga sudah mulai menjalani aktivitas ibadah di Madinah. Para jemaah itu seperti sudah tidak lagi mengingat insiden yang baru mereka alami saat berangkat ke Madinah.
Mereka bersyukur telah tiba di Tanah Suci. "Memang sempat ada yang bingung selama di pesawat. Apalagi, beberapa penumpang yang melihat api," kata Mohammad, salah satu jemaah di pesawat itu.
Selain itu, selama situasi tersebut terjadi, petugas juga sudah menginformasikan bahwa masalah itu sudah bisa teratasi. "Sehingga, jemaah di dalam pesawat relatif tenang," katanya.
Semua sehat
Kepala Daerah Kerja Bandara PPIH (panitia penyelenggara ibadah haji) Arab Saudi, Abdillah mengatakan semua jemaah tiba dalam kondisi sehat.
"Alhamdulillah rombongan telah tiba di bandara. Dan sudah kami sambut mereka. Semua dalam kondisi sehat," katanya.
Dia menjelaskan, rombongan jamaah haji dari kloter tersebut sudah menjalani seluruh proses di bandara untuk menuju ke hotel tempat mereka menginap.
Beberapa penerbangan dari embarkasi Makassar sempat terdampak. Namun, Abdillah memastikan sejauh ini situasinya tetap normal. "Insyaallah seluruh penerbangan dari UPG akan landing (mendarat) di Madinah," kata Abdillah.
Dari keterangan resminya, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra.mengatakan bahwa pesawat yang mengalami kerusakan itu sudah berhenti sementara waktu (grounded) guna menjalani inspeksi menyeluruh.
Sebagai bagian dari langkah mitigasi operasional penerbangan haji dari Embarkasi Makassar agar tetap berlangsung lancar pascaperistiwa tersebut, Garuda Indonesia juga telah mempersiapkan alokasi pesawat. Hal ini dilkukan untuk memastikan keberangkatan calon jemaah haji selanjutnya berjalan sesuai jadwal yang telah direncanakan.
Editor: Kendi Setiawan


