Pitrufquen, Arina.id — Kebakaran melanda sebuah panti wreda di Chile yang sebelumnya diketahui melanggar sejumlah peraturan. Sebanyak 16 lansia meninggal dunia dan sejumlah lainnya harus menjalani perawatan di rumah sakit, kata otoritas setempat, Sabtu (12/9/2026).
Kebakaran terjadi pada Jumat (11/9/2026) malam di sebuah panti perawatan satu lantai di wilayah Araucania, sekitar 640 kilometer sebelah selatan Santiago, ibu kota Chile. Api berhasil dipadamkan pada Sabtu dini hari.
Sebanyak 26 lansia berada di panti tersebut ketika kebakaran terjadi. Dari jumlah itu, 10 orang berhasil selamat dan dibawa ke rumah sakit setempat untuk mendapatkan perawatan.
“Kami menyampaikan duka dan keprihatinan mendalam atas meninggalnya 16 lansia dalam tragedi ini,” kata perwakilan Pemerintah Kota Pitrufquen dalam sebuah pernyataan.
Pada Sabtu, petugas pemadam kebakaran masih membersihkan puing-puing dan menyingkirkan atap seng yang runtuh. Polisi juga memasang garis pembatas di sekitar lokasi demi keselamatan.
Wali Kota Pitrufquen Jacqueline Romero mengatakan pemerintah daerah telah mengerahkan tim kesehatan dan keselamatan publik, petugas pemadam kebakaran, serta polisi untuk memberikan dukungan kepada keluarga korban.
“Situasi ini menimbulkan kesedihan dan kepedihan yang mendalam bagi kami. Kami telah memberikan dukungan kepada keluarga-keluarga korban,” ujar Romero.
Hingga Sabtu, penyebab kebakaran masih belum diketahui.
Jaksa yang menangani kasus tersebut, Jorge Granada, mengatakan pihaknya tengah melakukan penyelidikan untuk mengetahui sumber dan penyebab kebakaran sekaligus memastikan tidak ada keterlibatan pihak lain.
“Kami saat ini melakukan prosedur penyelidikan, termasuk memeriksa lokasi kejadian dan meminta keterangan, untuk menentukan asal dan penyebab kebakaran, serta mengesampingkan kemungkinan keterlibatan pihak ketiga,” kata Granada kepada media lokal.
Pemilik panti perawatan swasta tersebut telah dipanggil untuk memberikan keterangan kepada penyidik.
Seorang pejabat Sekretariat Kesehatan Regional mengatakan panti tersebut sebelumnya memiliki sejumlah persoalan dalam operasionalnya.
Pejabat tersebut, Jose Bravo, mengatakan fasilitas itu tidak memiliki izin operasional yang sesuai dan telah menghadapi proses administratif serta denda sejak 2019.
“Itu adalah fasilitas yang tidak teregulasi; telah menghadapi proses administratif dan denda sejak 2019, serta berulang kali melakukan pelanggaran,” ujar Bravo.
Romero mengatakan pemerintah kota juga telah mengirimkan surat pada Februari untuk meminta pemeriksaan terhadap panti tersebut karena fasilitas itu tidak memenuhi ketentuan yang berlaku.
“Pada Februari, pemerintah kota telah mengirimkan surat yang secara khusus meminta pemeriksaan karena fasilitas tersebut tidak memenuhi peraturan dan sedang menjalani proses penegakan aturan sanitasi,” kata Romero kepada jaringan media lokal.
Presiden Chile Jose Antonio Kast melalui akun X mendesak agar seluruh fakta di balik tragedi tersebut diungkap dan langkah perbaikan segera dilakukan.
Ia mengatakan telah memerintahkan dilakukannya langkah-langkah mendesak untuk meninjau kondisi panti wreda di seluruh wilayah Chile. Kast berharap langkah tersebut dapat mencegah tragedi serupa.
Editor: Kendi Setiawan


