Dark
Light
Dark
Light

Selama Gencatan Senjata, Serangan Israel ke Gaza Telah Tewaskan 104 Warga

Selama Gencatan Senjata, Serangan Israel ke Gaza Telah Tewaskan 104 Warga

Arina.id - Sejak gencatan senjata antara Israel dan Hamas diberlakukan pada 10 Oktober 2025 lalu, pasukan Zionis telah beberapa kali melanggar perjanjian dengan menyerang sejumlah lokasi hingga menyebabkan 104 warga sipil, 46 di antaranya anak-anak dan 20 lagi perempuan.

Gencatan senjata yang dilakukan di Mesir dengan di tengahi Amerika Serikat (AS) itu sepertinya memang tidak dipatuhi oleh Israel. Meskipun begitu, genjatan senjata masih tetap berlaku dengan realisasi perjanjian dari kedua belah pihak. Terbaru kelompok Palestina Hamas telah menyerahkan dua jenazah kepada Israel.

Seperti dikutip dari Aljazeera, Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Kamis, 30 Oktober 2025, kedua jenazah telah diterima oleh pasukan Israel melalui Palang Merah di Gaza.

Kemudian diidentifikasi bahwa jasad tersebut adalah milik Amiram Cooper (juga dieja Kuper), yang diculik dari Kibbutz Nir Oz, dan Sahar Baruch, yang diculik dari Kibbutz Be'eri, keduanya selama serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023.

Pihak berwenang Israel mengatakan, penyebab kematian mereka akan diketahui setelah otopsi dilakukan di Institut Forensik Abu Kabir di Tel Aviv.

Sebelumnya, dalam perjanjian kedua belah pihak sepakat menghentikan perang dua tahun Israel di Gaza, Hamas membebaskan 20 tawanan hidup sebagai imbalan atas pembebasan hampir 2.000 tahanan politik Palestina oleh Israel. 

Kemudian pasukan Israel juga telah menyelesaikan penarikan sebagian pasukannya dari pusat-pusat perkotaan di Gaza. Namun, sejak gencatan senjata berlaku pada 10 Oktober, serangan Israel telah menewaskan puluhan warga Palestina di seluruh wilayah tersebut. 

Dari Selasa hingga Rabu, Kementerian Kesehatan di Gaza menyatakan serangan Israel menewaskan 104 orang, termasuk 46 anak-anak dan 20 perempuan. Sebagai bagian dari perjanjian tersebut, Hamas berkomitmen untuk mengembalikan jenazah seluruh 28 tawanan dengan imbalan jenazah warga Palestina yang tewas dalam perang. 

Hingga Kamis kemarin, Hamas telah menyerahkan 15 jenazah, dan menyatakan terus mendesak penyediaan peralatan dan dukungan yang memadai untuk menyisir tumpukan puing dan reruntuhan yang luas – tempat ribuan warga Palestina yang tewas dalam pemboman Israel masih terkubur.

Israel mengklaim Hamas terlalu lambat menyerahkan sisa jenazah tawanan Israel yang masih berada di Gaza.

Melaporkan dari az-Zuwayda di Gaza tengah, Tareq Abu Azzoum dari Aljazeera mengatakan Hamas masih menghadapi "tantangan logistik dan operasional terkait pengambilan jenazah, khususnya di wilayah yang terkena dampak pemboman Israel."

"Hamas telah meminta bantuan buldoser dan mesin berat untuk memudahkan proses evakuasi jenazah. Namun di lapangan, Israel masih menuduh Hamas sengaja menunda pembebasan jenazah," ujar Abu Azzoum.

Perselisihan mengenai pemulihan dan penyerahan jenazah telah menjadi salah satu kesulitan yang mempersulit rencana Presiden AS Donald Trump mengakhiri perang untuk selamanya. Banyak kendala utama yang masih menghadang, termasuk pemerintahan masa depan Gaza dan tuntutan agar Hamas melucuti senjatanya.

Peran penting LSM

Sementara itu, para saksi mengatakan pesawat Israel melancarkan 10 serangan udara di wilayah timur Khan Younis di Jalur Gaza selatan, dan tank-tank menembaki wilayah timur Kota Gaza di utara sebelum fajar.

Militer Israel mengatakan pihaknya melancarkan serangan "tepat" terhadap "infrastruktur teroris yang menimbulkan ancaman bagi pasukan" di wilayah Gaza tempat pasukannya masih berada.

Seorang pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan lebih dari 24.000 ton bantuan PBB telah mencapai Gaza sejak dimulainya gencatan senjata, sambil meminta agar LSM diizinkan membantu pendistribusiannya.

Meskipun volume bantuan meningkat secara signifikan dibandingkan dengan periode sebelum gencatan senjata, PBB mengatakan pekerja kemanusiaan masih menghadapi kekurangan dana, serta masalah koordinasi dengan otoritas Israel, yang terus menutup titik perlintasan perbatasan penting.

Direktur Regional Timur Tengah Program Pangan Dunia, Samer Abdel Jaber, mengatakan dalam 20 hari peningkatan setelah gencatan senjata, mereka “telah mengumpulkan sekitar 20.000 metrik ton makanan di dalam Gaza”.

"Pelaksanaan rencana gencatan senjata yang terdiri dari 20 poin tetap menjadi inti dan syarat utama bagi kami untuk dapat menyalurkan bantuan kemanusiaan secara holistik," ujar Ramiz Alakbarov, wakil koordinator khusus PBB.

Ia meminta Israel mengizinkan lebih banyak LSM berpartisipasi dalam pengiriman bantuan di Gaza, yang dilarang Israel.

"Masalah pendaftaran LSM yang masih terus berlanjut masih menjadi hambatan. Kami terus menekankan peran penting LSM dalam operasi kemanusiaan di Gaza, dan kami telah meningkatkannya sekarang," ujarnya.

Serangan Israel telah membuat sebagian besar dari lebih dari dua juta penduduk Gaza mengungsi, banyak di antaranya telah beberapa kali. Mayoritas belum kembali ke lingkungan mereka yang porak-poranda, karena khawatir akan segera mengungsi lagi atau dibunuh oleh pasukan Israel.

Sumber mengatakan kepada Aljazeera bahwa tentara Israel melakukan pembongkaran rumah di sebelah timur lingkungan Tuffah dan Shujayea di timur Kota Gaza pada hari Kamis kemarin.

Israel telah menghancurkan rumah-rumah sejak dimulainya serangan darat barunya di daerah itu awal bulan ini, bagian dari apa yang digambarkan penduduk sebagai kampanye sistematis untuk membersihkan sebagian besar blok perumahan.

Seluruh jalan telah diratakan, dengan buldoser meratakan rumah dan infrastruktur sementara pasukan Israel semakin masuk ke distrik timur Kota Gaza.


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo