Arina.id -- Pihak Mesir baru saja melepas gelombang pertama pengiriman rumah modular ke wilayah Jalur Gaza, Palestina, pada Kamis (20/2/2025) pekan ini.
Pihak Israel sebelumnya sempat menolak bantuan berupa rumah modular untuk warga Gaza. Namun para mediator akhirnya mengambil peran untuk mencapai kesepakatan.
Dikutip dari Antaranews, saluran televisi Mesir Al-Qahera News melaporkan tentang pengiriman 5 truk bantuan dari negara tersebut melalui Rafah lalu masuk ke Gaza.
Saluran televisi itu menayangkan rekaman yang memperlihatkan truk-truk bantuan yang mengangkut rumah modular bergerak dari perbatasan Rafah.
Rumah modular dianggap sebagai solusi paling cepat untuk memberikan perlindungan penduduk Gaza dari ancaman cuaca dingin yang tengah terjadi.
Pemerintah Mesir saat ini memang bisa dibilang menjadi salah satu pihak yang paling aktif memperjuangkan rekonstruksi kembali wilayah Gaza. Mereka terus menyerukan perihal pembangunan kembali Gaza tanpa harus merelokasi warganya, alias berlawanan dengan usulan Presiden AS Donald Trump.
Pekan lalu Badr Abdelatty selaku Menteri Luar Negeri Mesir menegaskan bahwa rencana rekonstruksi Gaza tengah disusun, dengan koordinasi bersama pihak Palestina, negara Arab., serta dukungan internasional.
Abdelatty menyampaikan pernyataan tersebut ketika pertemuan dengan delegasi Kongres AS di Kairo, Mesir, hari Minggu (16/2/2025).
Abdelatty menguraikan soal upaya intensif Mesir dalam mengembangkan rencana komprehensif dan bertahap, untuk pemulihan awal serta rekonstruksi di Gaza. Serta memastikan warga Palestina bakal tetap berada di tanah mereka.
Dalam kunjungannya ke Spayol, Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi juga mengutarakan pernyataan bahwa Mesir dan Spayol mendukung kondisi gencatan senjata di Gaza menjadi penghentian perang secara permanen.
Kedua negara juga menyerukan soal pentingnya meringankan penderitaan warga Gaza, serta melakukan segala upaya untuk membangun kembali wilayah tersebut tanpa harus memindahkan penduduknya.
Sebelum ini Presiden AS Donald Trump sempat mengeluarkan usulan solusi masalah Gaza, yang jutru memicu kontroversi dan kecaman.
Donald Trump mengusulkan untuk mengambil alih Jalur Gaza, lalu akan merelokasi warga Palestina keluar wilayah tersebut. Rencananya Trump bakal mengembangkan wilayah Gaza menjadi apa yang ia sebut sebagai “Riviera Timur Tengah”.
Sontak rencana tersebut menuai banyak kecaman dari berbagai pihak. Tak hanya Palestina dan negara-negara Arab, bahkan sejumlah sekutu AS di Eropa melihat rencana ini sebagai bentuk lain dari upaya pembersihan etnis.
Editor: A. Sentosa


