Dark
Light
Dark
Light

WHO Mulai Berhemat Imbas AS Keluar dari Keanggotaan

WHO Mulai Berhemat Imbas AS Keluar dari Keanggotaan

Arina.id -- Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) mulai berupaya melakukan penghematan usai Amerika Serikat (AS) putuskan keluar dari keanggotaan salah satu badan PBB tersebut.

"Kami menyesalkan keputusan itu dan berharap pemerintah baru (AS) akan mempertimbangkan kembali (keputusannya)," jelas Tedros Adhanom Ghebreyesus selaku Direktur Jenderal WHO, sebagaimana dilaporkan oleh Politico dan dikutip dari Antaranews, Jumat (24/1/2025).

Menurut Tedros, mundurnya AS dari keanggotaan WHO bakal berdampak serius terhadap sisi keuangan organisasi tersebut.

WHO kini berencana untuk menghentikan perekrutan personel, kecuali untuk posisi yang sangat penting. Mereka juga akan menekan biaya perjalanan secara signifikan.

Sebagian besar rapat-rapat WHO rencananya bakal dihelat secara online, kecuali untuk kasus yang sangat penting. Penghematan juga berpengaruh terhadap pemberian bantuan kepada negara-negara yang membutuhkan.

WHO juga berencana mengurangi pembelian peralatan, melakukan perundingan ulang soal kontrak, serta menunda renovasi kantor mereka.

Krisis finansial diprediksi melanda WHO, usai pemerintah AS melalui Presiden Donald Trump menyatakan bakal keluar dari organisasi tersebut. Dikabarkan bahwa besaran donor AS untuk organisasi tersebut mencapai USD1,284 miliar atau Rp20,7 triliun.

Presiden AS yang baru Donald Trump mengaku sangat kecewa dengan kinerja WHO. Trump menegaskan soal perlunya reformasi di dalam WHO, guna memperbaiki efisiensi dan efektivitas organisasi ketika  menghadapi krisis kesehatan.

Trump berpendapat selama ini WHO gagal memenuhi harapan tersebut. Oleh karenanya langkah AS untuk menarik diri dianggap sebagai tindakan tepat.

Trump juga menuding WHO tidak menunjukkan independensi, dan terlalu dipengaruhi oleh kepentingan politik negara-negara tertentu. Selain itu, iuran yang dibayarkan oleh AS kepada WHO juga dianggap terlalu besar dan tidak adil, terutama jika dibandingkan kontribusi negara lain terutama China.

“China, dengan jumlah penduduk 1,4 miliar, setara 300 persen jumlah penduduk Amerika Serikat, namun memberikan kontribusi hampir 90 persen lebih sedikit kepada WHO,” tulis pernyataan Gedung Putih.

Terkait hal ini, pihak PBB pada Kamis (23/1/2025) menyampaikan konfirmasi resmi bahwa AS akan keluar dari WHO mulai tahun depan, pada 22 Januari 2026.

"Saya mengonfirmasi bahwa kami telah menerima surat AS tentang penarikan diri dari WHO. Surat itu tertanggal 22 Januari 2025, dan akan berlaku setahun setelahnya, tepatnya pada 22 Januari 2026," ucap Farhan Haq selaku wakil juru bicara PBB, dikutip dari Reuters.


Editor: A. Sentosa
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo