Dark
Light
Dark
Light

Langkah Persiapan Mental dan Fisik sebelum Berangkat Haji

Langkah Persiapan Mental dan Fisik sebelum Berangkat Haji

Arina.id ~ Pemerintah telah memberangkatkan kelompok terbang 1 jemaah haji Indonesia pada Minggu (12/5/2024). Pelepasan jemaah ini dilakukan oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Adapun jumlah jemaah haji yang telah diberangkatkan adalah 388 orang.

Kuota Indonesia pada penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 M sebesar 221.000 jemaah. Selain itu, Indonesia juga mendapat kuota tambahan sebesar 20.000 jemaah. Sebanyak 10.000 kuota tambahan diperuntukan bagi jemaah haji reguler, sementara 10.000 lainnya untuk jemaah haji khusus. Sehingga total jamaah haji Indonesia tahun ini berjumlah 241.000 orang, terdiri atas 213.320 jamaah dan 27.680 jamaah haji khusus.

Dengan demikian masih ada lebih banyak calon jemaah yang menunggu jadwal keberangkatan. Keberangkatan ke Tanah Suci tentunya ditunggu-tunggu oleh mereka yang sudah dinyatakan positif sebagai peserta ibadah haji tahun 2024 ini. Untuk itu, persiapan mental dan fisik diperlukan menjelang keberangkatan tersebut.

5 Persiapan Mental

Persiapan mental menjadi fondasi utama dalam melaksanakan ibadah haji. Pasalnya, kesiapan mental membantu jemaah haji untuk menghadapi segala tantangan yang mungkin muncul selama perjalanan, baik fisik maupun mental.

Perjalanan ibadah haji juga adalah pengalaman yang intens dan penuh makna. Mampu menjaga keseimbangan pikiran dan perasaan sangatlah penting. Adanya persiapan mental yang matang, jemaah haji dapat menghadapi setiap tahap ibadah dengan tenang dan penuh khusyuk.

Berikut ini 5 persiapan mental yang perlu dilakukan sebelum berangkat haji

1. Memahami syarat dan ketentuan haji
Sebelum berangkat ibadah haji, calon jemaah perlu memahami dengan baik syarat dan ketentuan haji. Ini termasuk tata cara pelaksanaan ibadah, rukun dan wajib haji, serta berbagai aturan yang berlaku di tanah suci. Dengan memiliki pemahaman ini, jemaah haji dapat menghindari kesalahan dan memastikan pelaksanaan ibadah haji sesuai dengan tuntunan agama.

2. Meniatkan ibadah dengan ikhlas
Keikhlasan adalah kunci utama dalam melaksanakan ibadah haji. Sebelum berangkat, calon jemaah haji perlu membersihkan hati dan niatkan ibadah dengan tulus. Ikhlas juga membantu menjaga fokus dan khusyuk selama menjalani ibadah, sehingga haji yang dilakukan akan lebih bermakna dan diterima oleh Allah Swt.

Terkait dengan meniatkan dengan ikhlas, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat pelepasan kloter pertama berpesan agar jemaah menata ulang kembali niatnya. Menag berharap jemaah fokus untuk beribadah haji. 

"Kami mengingatkan ke Bapak-Ibu sekalian agar niatnya ditata dengan benar. Niat Bapak Ibu ke tanah suci itu beribadah. Tolong jangan selipkan niat-niat lain selain niat ibadah haji di Tanah Suci," ucap Menag.

3. Memperkuat iman dan takwa
Penguatan iman dan takwa menjadi bagian dari persiapan mental. Membaca Al-Qur'an, memperbanyak ibadah sunnah, dan merenungkan makna ibadah haji dapat membantu meningkatkan keimanan.

4. Mengelola pikiran
Sebelum berangkat ke Tanah Suci, jemaah perlu belajar mengelola pikiran dengan baik. Menjaga pikiran tetap positif, menghindari stres, dan fokus pada tujuan ibadah dapat membantu menciptakan suasana hati yang tenang dan khusyuk.

5. Mengontrol emosi
Ibadah haji seringkali dihadapi oleh berbagai situasi yang menguras emosi. OMengontrol emosi menjadi langkah penting. Kesabaran dan ketenangan dalam menghadapi berbagai tantangan dapat memastikan bahwa ibadah haji berjalan dengan lancar.

Persiapan Fisik

Selain persiapan mental, persiapan fisik juga tidak kalah penting. Beberapa langkah berikut dapat dilakukan untuk menjaga fisik agar tetap prima dan sehat selama menjalankan ibadah haji

1. Rutin berolahraga
Olahraga dengan teratur dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh, stamina, dan kesehatan secara keseluruhan. Jemaah haji disarankan untuk melakukan olahraga ringan seperti berjalan atau berenang untuk menjaga kebugaran fisik.

2. Mengonsumsi makanan sehat
Nutrisi yang baik sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Mengonsumsi makanan sehat, kaya akan vitamin dan mineral, dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga energi selama perjalanan.

3. Cukupi cairan tubuh
Suhu yang tinggi di Tanah Sudci dapat menyebabkan dehidrasi. Oleh karena itu, penting untuk memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan cukup minum air setiap hari. 

4. Lakukan pemeriksaan kesehatan
Sebelum berangkat, calon jemaah haji sebaiknya menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Ini akan membantu mendeteksi dan mengatasi masalah kesehatan yang mungkin dapat mempengaruhi pelaksanaan ibadah.

5. Sediakan perlengkapan untuk mencegah heat stroke
Suhu yang tinggi di Tanah Suci dapat menyebabkan heat stroke. Heat stroke adalah kondisi ketika tubuh mengalami peningkatan suhu secara drastis hingga mencapai 40 derajat Celcius atau bahkan lebih.

Heat stroke ditandai dengan berbagai macam gejala dan perlu diatasi dengan cepat agar penderitanya tidak hilang kesadaran atau koma.Oleh karena itu, pastikan untuk membawa perlengkapan yang dapat melindungi diri dari panas, seperti payung, topi, dan pakaian yang nyaman.

Dalam hal menjaga kesiapan fisik, Menag Yaqut saat pelepasan haji juga mengingatkan. "Cuaca di Tanah Suci sangat panas. Agar kondisi fisik Bapak Ibu dijaga. Makan yang cukup, minum yang cukup, vitamin juga harus diminum," ucapnya.

Sebelumnya Kemenag juga telah meluncurkan Senam Haji Indonesia.

"Launching senam haji bagian dari ikhtiar menjaga kebugaran jemaah haji agar jemaah bisa melaksanakan rangkaian ibadah haji dengan lancar, sehat dan bugar hingga sehat pula saat pulang," tutur Sekretaris Jenderal Kemenag M. Ali Ramdhani di Asrama Haji Pondok Gede, Minggu (28/4/2024).  


Editor: Kendi Setiawan
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo