Jakarta, Arina.id - Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat menggerebek kediaman seorang peternak bernama Brad Spafford di Virginia. Ia segera diseret ke tahanan setelah ditemukan 150 buah alat peledak rakitan di propertinya.
Perkakas berbahaya tersebut segera disita oleh FBI dan disebut-sebut sebagai penyitaan bahan peledak terbesar selama beberapa tahun belakangan ini. Penggerebekkan ini dilakukan pada Selasa, 17 Desember 2024 dan baru dirilis oleh pengadilan setempat Senin, 30 Desember 2024 lalu.
FBI awalnya mendapat informasi dari otoritas keamanan setempat kalau Spafford menimbun senjata di peternakannya seluas 8 hektar. Bahkan di peternakan itu pula didapati foto kepala Presiden AS Joe Biden--sebelum digantikan Donald Trump--sebagai sasaran latihan menembak.
Berdasar informasi, Spafford memang dikenal memiliki pandangan politik ekstrem. Hal itu ditunjukkan dengan dukungan pembunuhan terhadap Joe Biden yang diekspresikan lewat latihan menembak kepalanya.
Dikutip dari Antara, dalam penggeledahan tersebut, agen FBI menemukan bom pipa di sejumlah lokasi di kompleks peternakan itu, termasuk di sebuah bangunan garasi dan pada sebuah tas ransel di kamar tidur.
Sejumlah alat peledak diberi tanda bertuliskan "mematikan" atau "bahaya", sementara bahan peledak yang tidak stabil ditempatkan di sebuah stoples dengan peringatan "jangan sentuh" di lemari pendingin Spafford yang juga diisi makanan.
Spafford didakwa atas tuduhan kepemilikan ilegal senapan laras pendek yang tak terdaftar, sementara dakwaan terkait kepemilikan bahan peledak akan ditetapkan kemudian.
Meskipun penasihat hukum Spafford meminta supaya kliennya dibebaskan, jaksa setempat teguh pendirian bahwa sang tersangka dapat menimbulkan ancaman besar bagi masyarakat.
Penyidikan terhadap Spafford bermula menurut laporan seorang tetangganya. Spafford juga dilaporkan kehilangan tiga jari pada tangan kanannya dalam kecelakaan saat menangani bahan peledak pada 2021.
Editor: Muhammad Taufiq


