Dark
Light
Dark
Light

Jalan Panjang Menuju Tanah Suci: Sabar Mengais Kayu Bakar hingga Tukang Bubur Ingin Jadi Haji Mabrur

Jalan Panjang Menuju Tanah Suci: Sabar Mengais Kayu Bakar hingga Tukang Bubur Ingin Jadi Haji Mabrur

Banjarnegara, Arina.id — Pagi di Dusun Tegaten, Desa Wanayasa Banjarnegara Jawa Tengah selalu berselimut hawa dingin khas pegunungan. Kabut tipis turun di sela pepohonan, menyelimuti jalan-jalan kecil menanjak. Ketika sebagian besar orang masih terlelap, Bukri sudah memulai harinya. 

Di usia 65 tahun, lelaki itu tetap berjalan menyusuri lereng mencari kayu bakar (Jawa: repek). Dengan langkah pelan namun pasti, ia memanggul ikatan kayu yang bobotnya tidaklah ringan untuk tubuh sepuh-nya. Dari hasil repek itulah ia mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Dari ngrepek bisa berhaji
Pekerjaan itu sudah ia jalani puluhan tahun. Tak banyak yang berubah dalam hidupnya. Pagi berangkat mencari kayu, siang pulang, lalu esok mengulang rutinitas yang sama. Penghasilannya tak selalu pasti. Kadang cukup, kadang hanya sekedar memenuhi kebutuhan hari itu.

Namun, dari penghasilan sederhana itulah Bukri menyisihkan sedikit demi sedikit uangnya. Bukan untuk membeli barang mewah atau memperbesar rumah. Ia menyimpannya untuk satu harapan yang ia pelihara sejak lama, yakni berhaji.

Perihal cita-cita mulia itu, ia tak banyak bercerita. Bagi keluarga, Bukri adalah sosok pendiam. Jika punya rezeki lebih, ia simpan. Ia berusaha menjaga tabungannya agar tak terpakai. Bertahun-tahun ia menabung tanpa pernah tahu pasti kapan namanya akan dipanggil.

Sapa tekun bakale tekan (Siapa yang tekun akan mencapai tujuannya). Kesabaran itu akhirnya terjawab tahun ini. Nama Bukri tercantum dalam daftar jemaah calon haji asal Banjarnegara yang diberangkatkan ke Tanah Suci.

Putrinya, Indah Haryani, mengaku masih sering terharu melihat sang ayah benar-benar berangkat ke Tanah Suci.

"Bapak memang tidak pernah banyak bicara soal cita-citanya berhaji. Beliau hanya terus bekerja dan menabung. Kami tahu Bapak sangat ingin berangkat, tapi tidak pernah memaksakan keadaan,” kata Indah kepada Arina.id saat perbincangan pertengahan Mei 2026..

Baginya, keberangkatan sang ayah adalah anugerah dari Allah, sebuah pelajaran tentang kesabaran yang sangat berharga.

"Alahmdulillah, saben esuk Bapak mangkat ngrepek neng alas. Sakniki saged mangkat kaji,” ungkapnya penuh syukur yang artinya: Alhamdulillah setiap pagi Bapak berangkat mencari kayu bakar di hutan. Sekarng bisa berangkat haji..

Bukri sendiri tetap sederhana seperti biasanya. Saat ditanya bagaimana perasaannya menjelang berangkat, ia hanya tersenyum kecil.

"Alhamdulillah. Sudah waktunya, mohon doanya nggih,” ucapnya singkat.

Dari tungku bubur menggapai haji mabrur
Lain lagi kisah Heru Santosa yang tahun ini berangkat haji bersama sang istri tercinta, Sri. Jika Bukri menembus kabut untuk mencari kayu bakar, Heru memulai hari dengan menyalakan tungku buburnya. Ia mengaduk bubur dengan sabar, memastikan teksturnya pas sebelum menyajikannya dalam mangkok kepada pelanggan yang datang silih berganti.

Heru dikenal warga sebagai penjual bubur kacang hijau. Pembelinya datang dari berbagai kalangan. Banyak yang sudah menjadi pelanggan bertahun-tahun. Meski tak semua orang tahu bahwa lelaki 57 tahun itu juga pernah duduk sebagai anggota DPRD Banjarnegara periode 2009–2014.

Namun setelah masa jabatannya selesai, Heru dan istri kembali menekuni berdagang lagi, tanpa merasa canggung ataupun kehilangan kebanggaan. Baginya, pekerjaan tak pernah menentukan martabat seseorang.

“Kerja adalah ibadah. Yang penting halal dan dijalani sungguh-sungguh,” begitu prinsip yang sering ia sampaikan kepada orang-orang dekatnya. 

Di lingkungan dan masyarakat, Heru juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial keagamaan. 

“Usaha juga harus diimbangi dengan doa, “ujarnya sambil menuangkan pati dan susu. Aroma bubur kacang hijau semakin menggugah selara.

Sang istri, Sri, juga tak kalah tekun. Ia turut mengelola usaha berjualan nasi goreng dan aneka panganan rumahan. Berdua menjalani semua itu bersama, hari demi hari. Dari hasil jualan itulah, pasangan ini mulai menabung dan mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji pada 2012.

Tabungan itu terkumpul perlahan. Kadang hanya sedikit yang bisa disisihkan. Kadang harus tertunda karena kebutuhan keluarga lebih mendesak. Namun keduanya tetap menjaga niat itu. 

Empat belas tahun menunggu, panggilan itu akhirnya datang. Tahun ini, Heru dan Sri berangkat bersama dalam Kloter 72, yang berangkat pagi, Jumat 15 Mei 2026.

Banyak warga yang mengantar menitikkan air mata, keberangkatan Pak Heru ke tanah suci sangat menginspirasi. hasil dari ketekunan panjang yang dijalani tanpa banyak suara.

“Pak Heru dan Ibu adalah panutan kami. Beliau rajin ke masjid dan memberikan siraman rohani. Beliau sering meyakinkan warga jika rezeki itu ada jalannya. Yang penting dijalani dulu ikhtiarnya,” ujar Eka, warga yang mengantar Heru dan istrinya.

Keberangkatan Bukri, Heru, dan Sri menjadi bagian dari perjalanan besar 1.054 jemaah calon haji asal Banjarnegara tahun ini. Mereka terbagi dalam empat kelompok terbang. Kloter 69 dengan 59 jemaah diberangkatkan pada Rabu malam sebelumnya. 

Prosesi berlanjut secara maraton dengan Kloter 70 sebanyak 354 jemaah pada Kamis dini hari pukul 03.00 WIB, disusul Kloter 71 berjumlah 352 jemaah pada Kamis siang pukul 13.00 WIB. Rangkaian pemberangkatan ditutup Kloter 72 yang membawa 287 jemaah pada Jumat dini hari ini.

Di jalan-jalan utama, puluhan ribu warga mengantar keluarga dan kerabatnya. Lambaian tangan, serta isak tangis haru mengiringi keberangkatan para tamu Allah. Ada tatapan kehilangan meski untuk sementara waktu. Dari jendala bus, para jemaah membalas lambaian tangan. Hati mereka bergetar, berharap kembali pulang ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga tercinta. 

Kini mereka harus mempersiapkan segalanya untuk sebuah perjalanan. Setelah perjuangan panjang yang mereka tempuh. Ada Bukri yang sabar mengais kayu bakar. Juga Heru yang tekun menjadi tukang bubur, hingga sekarang menjadi haji mabrur. Insyaallah.


Editor: Kendi Setiawan
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo