Jakarta, Arina.id -- Nasaruddin Umar selaku Menteri Agama RI mengimbau serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyambut datangnya bulan Ramadan 2025 (1446 H), dengan semangat dan energi positif.
"Saya harap, vibrasi positif ini menyebar di Ramadan tahun ini. Seluruh umat beragama dapat membangun energi positif. Mari bersama ciptakan hal-hal positif, dan tetapkan momentumnya saat Ramadhan kali ini," jelas Nasaruddin Umar di Jakarta, Kamis (27/2/2025), dikutip dari Antaranews.
Ramadan merupakan bulan mulia yang penuh berkah. Oleh karenanya Menag RI juga berpesan agar masyarakat dapat menyambut bulan ini dengan hati lapang, bahagia, menyenangkan, serta menenangkan bagi semua.
"Mari kita sambut Ramadan dengan hati lapang dan bahagia. Ramadhan ini, adalah bulan mulia yang selalu dinantikan. Tugas kita bersama untuk menghidupkan hari-hari Ramadhan ini. Kita sebarkan dan giatkan hal-hal positif, sehingga Ramadan kali ini menyenangkan dan menenangkan bagi seluruh bangsa," pesan Menag RI.
Sementara itu, Kamaruddin Amin sebagai Sekretaris Jenderal Kemenag RI, berharap agar seluruh elemen masyarakat dapat turut aktif berpartisipasi dalam aneka kegiatan Ramadan. Termasuk rangkaian program Kemenag yang bertajuk Ramadan Menyenangkan dan Menenangkan.
"Kami di Kemenag juga sudah menyiapkan berbagai program yang kami kemas dalam Ramadan Menyenangkan dan Menenangkan. Kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat turut serta dalam program-program yang kami buat," terang Amin.
Menurut Kamaruddin Amin, ada 4 subtema yang diusung Kemenag untuk mewujudkan Ramadan Menyenangkan dan Menenangkan. Subtema tersebut adalah: Ramadhan Mengaji, Ramadhan Peduli Lingkungan, Ramadhan Berbagi, serta Ramadhan Inklusi.
"Ramadhan mengaji berisi program-program yang sifatnya penguatan kajian keislaman. Mulai dari Sidang Isbat Awal Ramadan, Pengiriman DAI ke wilayah 3T, Pesan Ramadan Menteri Agama, dan Tausiyah Ramadhan," kata Amin.
Kemudian Ramadan Peduli Lingkungan bakal diisi dengan bermacam kegiatan Ramadan 2025, yang terkait dengan pelestarian lingkungan. Termasuk di antaranya bersih-bersih lingkungan, rumah ibadah, juga kegiatan menanam pohon.
Ramadan Berbagi merupakan aneka program yang terkait kegiatan sosial. Misalkan buka puasa bersama, penyaluran zakat, wakaf, sedekah, dan semacamnya.
Ramadan Inklusi adalah program kegiatan yang melibatkan berbagai macam elemen masyarakat. Kemenag RI akan membuat kegiatan pembagian takjil yang diikuti seluruh unit Eselon I, termasuk Ditjen Bimas Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha.
"Di Kemenag sendiri, kami punya program bersama MHM untuk menggelar buka puasa bersama lintas agama,” imbuh Amin.
Editor: A. Sentosa


