Jakarta, Arina.id — Kementerian Agama (Kemenag) akan meluncurkan tema, lagu tema, hingga logo peringatan Hari Santri 2024 dalam Religion Festival di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta pada 9 Oktober mendatang.
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) sekaligus Ketua Panitia Festival Religion, Ahmad Zainul Hamdi mengatakan salah satu gelaran penting dalam religion festival adalah peluncuran logo dan theme song Hari Santri 2024 secara istimewa untuk menampilkan capaian Kementerian Agama dalam perjalanan panjang yang tidak bisa diklaim hanya oleh satu periode kementerian saja.
“Besok tanggal 9 Oktober di Expo akan dijadikan tempat event religion akan dikemas secara populer untuk menghadirkan produk capaian hasil kementerian agama dalam perjalanan yang sangat panjang,” kata Prof Inung, sapaan akrabnya dalam Media Gathering bertajuk RELIGION FESTIVAL: Faster, Better, Stronger di Melly's Garden Jakarta, Senin (7/10/2024).
Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Basnang Said, menjelaskan bahwa puncak peringatan Hari Santri 2024 akan dihadiri oleh 500 santri se-DKI Jakarta dari 20 pesantren, dengan total 3.500 undangan termasuk Rektor dan perwakilan Kantor Wilayah Kemenag.
Selain itu, Kemenag juga akan melaksanakan sarasehan pesantren di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan perguruan tinggi lainnya untuk merancang masa depan santri Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
“Santri ke depannya harus menjadi teknokrat, tidak hanya fokus pada ilmu agama, tetapi juga berperan di bidang-bidang penting seperti kesehatan dan IT, yang juga dibutuhkan di pondok pesantren,” ungkapnya.
Acara sarasehan pesantren di UGM akan dihadiri Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf sebagai keynote speaker, serta Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Abu Rokhmad menambahkan, melalui peringatan Hari Santri setiap 22 Oktober Kementerian Agama mengajak segenap masyarakat untuk mengenang kembali perjuangan ulama dan santri dalam mengusir penjajah sekaligus mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
”Kita ingin mengajak para santri dan juga publik secara umum mengenang kembali bagaimana perjuangan para ulama zaman dulu dan para santri yang ikut dalam rangka untuk mengusir penjajah, mempertahankan kemerdekaan. Kita tahu bahwa 22 Oktober sebagai Hari Santri itu mengawali perjuangan 10 November 1945 di Surabaya,” kata Abu.
Kemenag berharap para santri di tanah air mendapatkan spirit para ulama dalam memperjuangkan pengusiran penjajah dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
”Kami berharap para santri mendapatkan spirit yang kuat dari para ulama terdahulu, bagaimana mereka tidak mengena lelah berjuang, baik secara fisik dan tentu saja juga berjuang secara mental dalam konteks belajar terus-menerus, bukan hanya belajar menuntut ilmu agama, tetapi juga belajar menuntut ilmu-ilmu yang lain,” kata dia.
Puncaknya, Abu mengatakan peringatan Hari Santri 2024 akan ditandai dengan Apel Hari Santri pada 22 Oktober mendatang. Seluruh komponen masyarakat dapat ikut serta memeriahkan peringatan Hari Santri. Apel Hari Santri akan dihadiri Presiden RI Joko Widodo dan Presiden Terpilih Pilpres 2024 Prabowo Subianto serta pimpinan MPR, DPR, dan pimpinan lembaga negara lainnya.
Editor: Muhammad Zunus


