Jakarta, Arina.id - Sehari setelah gencatan senjata antara Israel vs Iran yang menandai meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, pasar bursa di Indonesia segera menyambut positif. Rupiah hari ini kembali menguat terhadap dolar setelah terseok-seok beberapa hari lalu.
Data exchange rate transaction Bank Sentral Indonesia dua hari kemarin misalnya, kurs tembus Rp 16.500 hingga Rp 16.550 per dolar Amerika Serikat (AS). Pada Selasa, 24 Juni 2025 kemarin kursnya tembus Rp 16.566 per dolar AS, namun hari ini turun menjadi Rp 16.290 per dolar AS.
Dikutip dari ANTARA, analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, yang memperkirakan nilai tukar (kurs) rupiah terus menguat seiring situasi geopolitik mereda. "Rupiah masih dipengaruhi sentimen eksternal dan diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS di tengah sentimen risk on oleh meredanya situasi geopolitik," ujarnya, Rabu 25 Juni 2025.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin 23 Juni 2025, mengumumkan bahwa Israel dan Iran sepakat untuk melakukan gencatan senjata "total dan menyeluruh" di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Gencatan senjata itu mulai berlaku pada Selasa, 24 Juni 2025 pukul 04.00 GMT (11:00 WIB). Trump menyerukan agar kedua pihak tidak melanggarnya. Namun beberapa jam sebelum gencatan baik Iran maupun Israel sempat saling serang sebentar yang memicu kemaran Trump.
Selasa pagi, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, memerintahkan serangan besar-besaran ke Iran dengan dalih Iran telah melanggar kesepakatan. Iran membantah tuduhan itu dan berjanji akan membalas jika diserang lagi.
Pada Senin, Iran juga telah meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid milik militer AS di Qatar, menyusul serangan AS terhadap tiga situs nuklir Iran pada Minggu, 22 Juni 2025. "Memang situasi di Timur Tengah masih penuh ketidakpastian, namun paling tidak keadaan jauh lebih baik daripada kekhawatiran saling serang yang besar," kata Lukman.
Di sisi lain, penguatan kurs rupiah terbatas seiring pernyataan hawkish dari Gubernur Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell. "Powell mengatakan inflasi masih belum mencapai target dan masih bisa naik ke depannya oleh tarif," ungkap dia.
Berdasarkan faktor-faktor tersebut, nilai tukar rupiah diprediksi berkisar Rp16.250-Rp16.350 per dolar AS. Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan hari Rabu pagi di Jakarta menguat sebesar 98 poin atau 0,60 persen menjadi Rp16.256 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.354 per dolar AS.
Editor: Muhammad Taufiq


