Arina.id ~ Ramadhan merupakan bulan mulia yang di dalamnya terdapat Lailatul Qadar, sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Waktu dan keberadaan malam tersebut menjadi misteri dan rahasia bagi umat Islam.
Rais Syuriyah PBNU KH Bahauddin Nursalim atau Gus Baha mengungkapkan rahasia Lailatul Qadar. Menurutnya, umat Islam sebenarnya bisa menjumpai Lailatul Qadar asal memenuhi syarat, yaitu mampu menjaga diri dari perbuatan maksiat.
"Asal tidak maksiat, menurut saya pasti mendapat Lailatul Qodar," jelas Gus Baha dalam Pengajian Malam Lailatul Qadar. yang diakses Arina.id, Kamis (28/4/2024).
Penjelasan Gus Baha ini berangkat dari sebuah keterangan bahwa Lailatul Qadar merupakan jawaban Allah atas keresahan Nabi Muhammad pada umatnya.
Umat terdahulu berusia ratusan bahkan ribuan tahun, sedangkan rata-rata usia umat Nabi Muhammad hanya puluhan tahun. Konsekuensinya, amal ibadah umat Nabi Muhammad jauh lebih sedikit daripada umat terdahulu.
“Terus Allah merespons keresahan Nabi dengan memberi bonus Lailatul Qodar yang setara dengan 1.000 bulan atau 83 tahun 4 bulan," sambung Gus Baha.
Jika diasumsikan setiap bulan Ramadhan umat Islam mendapatkan ibadah yang setara dengan 83 tahun, selanjutnya dikali dengan usia setelah baligh hingga meninggal misalnya 50 tahun, maka nilai ibadah umat Nabi Muhammad bisa setara bahkan melebihi umat terdahulu.
Waktu Lailatul Qadar
Dijelaskan Gus Baha, setiap malam di bulan suci Ramadhan bisa dikatakan sebagai Lailatul Qadar. Dalilnya adalah firman Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 185:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ
Artinya: “Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil).”
Dalam ayat tersebut disebutkan bahwa turunnya Al-Qur’an (malam Lailatul Qadar) terjadi pada bulan Ramadhan. Dengan demikian, mulai tanggal 1 sampai 29 atau 30 Ramadhan merupakan Lailatul Qadar, karena dalam ayat tersebut tidak disebutkan tanggal secara spesifik. Maka, kata Gus Baha, ada ulama yang berpendapat Lailatul Qadar dimulai sejak tanggal 1 Ramadhan.
Di sisi lain, ada sebuah hadits Rasulullah yang menyarankan umat Islam agar mencari Lailatul Qadar di hari ke-10 akhir bulan Ramadhan. Rasulullah bersabda:
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Artinya: "Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan." (HR Al-Bukhari dan Muslim).
Menurut Gus Baha, perintah dalam hadits ini adalah mencari Lailatul Qadar dengan sungguh-sungguh di sepuluh akhir Ramadhan. Dengan demikian, berarti ada orang yang mencari Lailatul Qadar kurang bersungguh-sungguh, yaitu sejak tanggal 1 Ramadhan. Mereka mulai bersungguh-sungguh mencari Lailatul Qadar pada tanggal 21 sampai akhir Ramadhan.
"Klimaks itu mulainya tanggal 1. Kalau mulainya tanggal 21, kata Malaikat: kok baru mencari sekarang? berarti dianggap pemula. Makanya nggak dapat, karena pemula," jelas Gus Baha
Pengasuh Pesantren Tahfidz Qur'an LP3IA Rembang ini mengaku, ia biasa mencari Lailatul Qadar sejak tanggal 11 Ramadhan. Menurutnya, 11 Ramadhan merupakan tanggal ideal karena berada di tengah-tengah antara keterangan dalam Al-Qur’an dan hadits sebagaimana dijelaskan sebelumnya.
Editor: Muhammad Faizin


