Dark
Light
Dark
Light

Pelaku Bom yang Tewaskan Jenderal Rusia Orang Uzbekistan, Dibayar Ukraina USD 100.000

Pelaku Bom yang Tewaskan Jenderal Rusia Orang Uzbekistan, Dibayar Ukraina USD 100.000

Jakarta, Arina.id - Bom yang menewaskan Letnan Jenderal Igor Kirillov, Kepala Pertahanan Radiologi, Kimia dan Biologi angkatan bersenjata Rusia merupakan serangan hasil operasi khusus inteligen SBU (Dinas Keamanan) Ukraina. Pelakunya juga diidentifikasi sebagai imigran asal Uzbekistan yang dijanjikan bayaran $100.000 AS.

Hasil investigasi tim gabungan antara Kementerian Dalam Negeri Rusia bersama Komite Penyelidikan dan Badan Keamanan Utama Rusia (FSB) akhirnya bisa menangkap pelaku. FSB dalam laporannya menyebut kalau pelaku merupakan seorang pria yang direkrut oleh badan inteligen khusus Ukraina untuk menargetkan Kirillov.

"(Pelaku) Seorang warga Uzbekistan, lahir tahun 1995, yang meledakkan bahan peledak buatan sendiri dekat gedung perumahan di Prospekt Ryazanskiy di Moskow, yang mengakibatkan kematian Letnan Jenderal Igor Kirillov dan asistennya," demikian bunyi pernyataan FSB, Rabu (18/12/2024).

Pelaku mengatakan direkrut Badan Khusus Ukraina agar berangkat ke Kota Moskow, lalu menerima perintah agar membuat sebuah bom lengkap dengan perangkat peledaknya, lalu menanamnya di dalam sekuter listrik diparkir di dekat pintu masuk gedung perumahan tempat tinggal Kirillov.

Untuk memantau alamat tempat rumah si Jenderal, ia menyewa sebuah mobil dan memasang kamera video Wi-Fi di dalamnya, lantas mengirimkan gambar tersebut kepada pemberi perintah di Ukraina. "Warga Uzbekistan dijanjikan hadiah sebesar $ 100.000 AS dan sebuah perjalanan untuk tinggal di salah satu negara Uni Eropa oleh layanan khusus Ukraina," demikian pernyataan lanjutan FSB.

Seperti dikutip dari Sputnik, pelaku yang sekarang sudah ditahan bakal menghadapi ancaman hukuman penjara seumur hidup di Rusia. FSB menambahkan, untuk petugas layanan khusus Ukraina yang terlibat dalam pengorganisiran serangan teroris akan ditemukan dan dihukum berat pula.

Mantan pejabat Central Intelijen Amerika (CIA), Larry Johnson, mengatakan kalau Ukraina memang berada di balik serangan bom yang menewaskan Kirrilov. Sang jenderal harus dibunuh lantaran mengekspos peran Barat dalam pengembangan laboratorium biologis di seluruh Ukraina.

"Ada banyak uang yang terlibat dengan itu. Setiap kali Anda melihat ada hal yang melibatkan banyak uang, Anda dapat menjamin bahwa akan ada aktivitas kriminal terorganisir di sana. Jadi saya pikir dia (Kirillov) telah membuat rugi kepentingan keuangan utama dan ini mungkin merupakan bagian dari balas dendam," kata Johnson.

Kiev, Johnson menambahkan, tidak dapat disangkal telah berkonsultasi dengan intelijen Barat, ketika merencanakan serangan terhadap Kirillov. Dia menambahkan bahwa itu adalah "operasi yang canggih, dan memiliki tingkat dukungan yang kuat."

Kirillov selama ini secara konsisten menuduh Ukraina dan bandar-bandar senjata Amerika Serikat telah mengoperasikan lab biologi dan mengatur lembaga-lembaga palsu mengelola zat beracun dengan bukti-bukti sahih. Namun, informasi yang "sangat penting" ini hampir tidak pernah mendapat ruang pemberitaan di media-media Barat.

Johnson juga mengungkapkan, selama hampir 40 tahun pengalaman profesionalnya di dunia intelijen, dia tidak pernah melihat laboratorium di negara lain yang besarnya sebanding dengan laboratorium di Ukraina yang pembangunannya melibatkan Amerika Serikat. 

"Ini adalah upaya strategis yang sangat besar. Dan Anda harus mundur dan berkata, yah, apa tujuannya? Mengapa?" dia menunjukkan.

Sebelum meninggal, Kirillov telah memulai operasi militer khusus melawan gerakan senyap Amerika Serikat. Ia membentuk tim, lalu membrifieng anak buahnya agar siap membawa bukti-bukti sahih melawan Amerika Serikat dan Ukraina yang sekarang ini telah mempersiapkan provokasi dengan zat beracun dan berencana menciptakan "bom kotor" untuk mendiskreditkan Rusia.

Mantan analis kebijakan keamanan senior di Kantor Menteri Pertahanan AS, Michael Maloof, mengatakan kalau Kirillov sangat gigih mengungkap keterlibatan Ukraina dalam penelitian kimia dan biologi yang didukung AS. "Apa yang telah dia lakukan adalah mengungkapkan sejauh mana Ukraina telah terlibat dalam penelitian kimia dan biologi ilegal AS," ujar Maloof.

"Dan saya tahu itu sangat sensitif karena Victoria Nuland, dalam kesaksian di depan Kongres tahun lalu--saya yakin itu benar, mengatakan bahwa tidak akan baik jika Rusia dapat mengambil alih beberapa situs laboratorium biologi karena 'isinya situs-situs' tersebut," katanya.

"Apa yang Amerika Serikat lakukan di laboratorium penelitian yang ketika ia masih anggota pemerintahan Biden, tidak ingin diungkapkan?" tanya Maloof. "Kirillov adalah orang yang mengekspos penelitian kimia, biologis yang sedang berlangsung di laboratorium-laboratorium itu."

Dinas Keamanan Negara SBU Ukraina secara terang mengakui keterlibatannya dalam teror bom yang menewaskan Kirillov. Sumber anonim di internal SBU mengatakan hal ini kepada Ukrinform, kantor berita Ukraina. Menurut sumber itu, alat peledak yang melekat pada skuter listrik meledak saat Letnan Jenderal Igor Kirillov dan asistennya memasuki pintu masuk sebuah gedung apartemen perumahan di Ryazansky Prospekt di Moskow.

"Kirillov adalah penjahat perang dan target yang sepenuhnya sah, karena dia memberi perintah untuk menggunakan senjata kimia terlarang terhadap militer Ukraina. Akhir yang memalukan seperti itu menanti semua yang membunuh orang Ukraina. Pembalasan atas kejahatan perang tidak dapat dihindari," kata sumber tersebut.


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo