Teheran, Arina.id – Iran mengaku menangkap drone kapal selam milik Amerika Serikat di Selat Hormuz, sementara media pemerintah Iran melaporkan tidak ada rencana pembicaraan baru dengan Washington.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Minggu (27/9/2026) mengatakan pasukannya menangkap sebuah kendaraan bawah air nirawak (UUV) milik militer AS dalam operasi di Selat Hormuz.
“Melalui operasi terkoordinasi dan kompleks yang melibatkan pengawasan intelijen serta perang elektronik, personel angkatan laut IRGC berhasil menangkap kendaraan bawah air nirawak (UUV) canggih milik militer AS,” kata Angkatan Laut IRGC dalam pernyataan yang dikutip televisi pemerintah Iran.
IRGC menyebut drone tersebut beroperasi di Selat Hormuz untuk tujuan spionase. Perangkat itu diidentifikasi sebagai Remus 600, kendaraan bawah air otonom yang kini berada di tangan para spesialis IRGC untuk menjalani proses pemulihan data.
Awal September 2026, IRGC juga mengklaim telah menangkap drone kapal selam AS lainnya di Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi perdagangan minyak dan gas dunia. Aktivitas pelayaran di kawasan tersebut terganggu sejak perang di Timur Tengah pecah pada akhir Februari.
Iran mengatakan tetap mempertahankan blokade terhadap Selat Hormuz sejak konflik tersebut dimulai. Sementara itu, Amerika Serikat memberlakukan blokade tandingan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Iran Bantah Ada Negosiasi Baru
Di tengah meningkatnya ketegangan tersebut, media pemerintah Iran pada Senin melaporkan bahwa tidak ada rencana pembicaraan baru antara Teheran dan Washington.
Kantor berita resmi Iran, IRNA, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya dan dekat dengan delegasi Iran di New York. Delegasi tersebut berada di Amerika Serikat untuk menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Delegasi Iran di New York (untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB) tidak memiliki rencana untuk bernegosiasi dengan Amerika Serikat,” kata sumber tersebut.
Pernyataan itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Axios pada Minggu bahwa ia memperkirakan pembicaraan dengan Iran akan segera dilanjutkan.
Sehari sebelumnya, Trump menolak proposal Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari.
Perkembangan tersebut menunjukkan belum adanya kepastian mengenai kelanjutan komunikasi langsung antara kedua negara, sementara ketegangan di sekitar Selat Hormuz masih berlangsung.
Editor: Kendi Setiawan


