Jakarta, Arina.id - Presiden Prabowo Subianto tidak akan menolerir pejabat negara yang kinerjanya tidak seirama dengan visi-misi presiden dalam kerja 100 hari pertamanya. Prabowo menegaskan dirinya sudah memberikan peringatan berkali-kali dan berjanji tidak akan segan-segan menindak secara tegas pejabat negara yang bandel.
"Kami tidak akan ragu-ragu bertindak. 100 hari pertama ya. Saya sudah beri istilahnya peringatan berkali-kali. Sekarang, siapa yang bandel. Siapa yang dableg, siapa yang tidak mau ikut dengan aliran besar ini, dengan tuntutan rakyat, pemerintah yang bersih, itu saya akan tindak!" katanya di sela sambutan acara Harlah NU ke-102, Rabu (06/12/2025) malam.
"Itu tekad kami. Kami tahu akan ada perlawanan, namun kami yakin apa yang kami perjuangkan untuk bangsa dan rakyat Indonesia. Kami tidak akan ragu bertindak," kata Prabowo menegaskan.
Lalu siapa pejabat bandel tersebut? Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengaku mendengar bahwa ada menteri di kabinet yang masih kurang seirama dalam melaksanakan kinerjanya. Namun dia pun belum mengetahui secara persis sosok menteri yang dimaksud.
Dasco, politisi Gerindra tersebut mengatakan bahwa Prabowo Subianto ingin berbuat kebaikan untuk kesejahteraan rakyat dengan menunaikan janji kampanyenya dan visi Astacita.
"Nah memang saya ada dengar keluhan sedikit sedikit tentang masih ada yang kemudian kurang seirama. Nah apakah itu yang dimaksud, nanti kita akan lihat seperti apa demikian," katanya.
Dia pun menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mengevaluasi kinerja menteri-menteri di Kabinet Merah Putih. Terlebih lagi, presiden sudah merasakan kinerja para menterinya dalam 100 hari kerja.
"Menteri atau wamen sebelum diangkat jadi menteri itu membuat atau menandatangani pakta integritas di dalam pakta integritas itu tercantum beberapa pasal yang tentunya menjadi bahan evaluasi," kata dia, seperti dikutip dari ANTARA.
Editor: Muhammad Taufiq


