Arina.id -- TNI Angkatan Laut mandapat tambahan alutsista baru (alat utama sistem senjata) yakni kapal korvet KRI Bung Hatta 307, yang diresmikan Kamis (27/2/2025) di Batam, Kepulauan Riau. Istimewanya, kapal perang ini merupakan buatan dalam negeri, PT Karimun Anugrah Sejati (KAS) Batam.
"Dengan dibangunnya kepal ini di galangan dalam negeri, selain menunjukkan komitmen kami untuk selalu berupaya meningkatkan kemampuan industri dalam negeri, juga membuktikan bahwa anak bangsa memiliki kemampuan dan potensi untuk memproduksi sendiri peralatan tempur TNI AL,” jelas Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali ketika acara peresmian, dikutip dari Antaranews.
KRI Bung Hatta 307 merupakan proyek lanjutan dari kapal korvet sejenis hasil produksi PT KAS lainnya, KRI Bung Karno 369, yang sudah lebih dulu diluncurkan pada Juni 2023.
Kini KRI Bung Karno sudah aktif bertugas di bawah Satkor Komando Armada I, yang bermarkas di Tanjungpinang, Kepulauan Riau.
Menurut Laksamana Muhammad Ali kapal jenis korvet masuk dalam jajaran striking force alias berguna untuk menambah daya pukul kekuatan armada TNI AL.
Laksamana Ali juga menyebut bahwa penyematan nama dua Proklamator Kemerdekaan RI, yakni Bung Karno dan Bung Hatta kepada kedua korvet buatan PT KAS, merupakan wujud penghormatan terhadap mereka.
"Selain sebagai wujud penghormatan dan penghargaan kami kepada Dwi Tunggal, Sang Proklamator yang memiliki visi kemaritiman sangat kuat," terang Ali.
“Khususnya generasi penerus untuk senantiasa melestarikan, mewariskan serta meneruskan semangat pengabdian tanpa pamrih kepada rakyat dan negara tercinta," imbuhnya.
Ketika resmi diluncurkan, KRI Bung Hatta 370 sudah dilengkapi 1 unit meriam 57 milimeter, serta 2 unit meriam 20 milimeter. Kapal korvet ini punya ketahanan operasional 5 hari, dengan kapasitas 82 orang personel.
KRI Bung Hatta 370 memiliki kecepatan standar operasional ekonomis 14 knots, kecepatan jelajah 18 knots, serta kecepatan maksimum 25 knots.
Nantinya KRI Bung Hatta 370 juga direncanakan bakal mendapat tambahan senjata lebih canggih. Termasuk surface to air missile dan surface to surface missile. Kemudian sistem torpedo untuk peperangan antipermukaan, udara, dan bawah air.
Tak hanya itu, KRI Bung Hatta 370 ternyata dapat pula mengemban misi dalam peperangan elektronik. Hal itu lantaran kapal korvet ini dilengkapi sejumlah peralatan elektronika, termasuk radar electronic counter measures (R-ECM), radar electronic support measures (R-ESM), dan tambahan perangkat pendukung lain.
Laksamana Muda TNI Eko Sunarjanto selaku Asisten Logistik KSAL mengungkapkan bahwa KRI Bung Hatta 370 nantinya bakal bertugas untuk Koarmada II TN AL di Surabaya.
"Kapal ini dilengkapi dengan kemampuan menangkis serangan udara. Kapal ini mampu melaju dengan kecepatan 25 knots sehingga dapat hadir di palagan dalam waktu cepat," terang Eko.
Editor: A. Sentosa


