Arina.id - Israel mengumumkan telah menyerang Iran dan proksi-proksinya. Selain membom Kota Teheran, Zionis juga meluncurkan serangan secara simultan ke Irak dan Suriah dengan menargetkan lokasi-lokasi penting yang berkaitan dengan Iran.
Serangan tersebut disebut-sebut telah disetujui oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Yoav Gallant. Media Israel juga mengatakan kalau sebelum penyerangan, militer mereka telah mengirim peringatan kepada Iran dan mengantisipasi ancaman balasan dari negeri para mullah tersebut.
Serangan gelombang pertama Israel ke Kota Tehran dilakukan pukul dua dini hari waktu setempat. Tiga jam kemudian, serangan gelombang kedua menghantam Kota Tehran dan wilayah Ilam serta Khuzestan. Demikian disampaikan kontributor Al Jazeera, Resul Serdar.
Berikutnya pukul enam pagi waktu setempat Israel mengumumkan serangan telah mencapai target yang ingin dicapai. Dalam serangan tersebut empat orang yang bertugas dalam pertahanan udara militer Iran dinyatakan tewas, demikian disampaikan kantor berita pemerintah, Syria SANA, Jumat pagi. Kemudian sejumlah penerbangan sipil di sana juga sempat dihentikan.
Juru Bicara Militer Israel Daniel Hagri mengatakan, serangan tersebut ditujukan untuk menyerang tempat produksi rudal serta sistem pertahanan udara lainnya. Dalam pernyataan yang direkam dan dirilis selama serangan, Daniel mengatakan "Rezim di Iran dan proksi-proksinya di wilayah tersebut telah tanpa henti menyerang Israel sejak 7 Oktober. Israel memiliki hak dan kewajiban untuk menanggapi."
Pernyataan Israel tersebut merujuk pada peran Iran dan proksinya yang ikut campur dalam perang yang dilancarkan Israel ke Gaza sejak Oktober tahun lalu. Iran sempat mengirim banyak rudal ke barak-barak milisi di sekitar Gaza dan Lebanon untuk melawan Israel. Sejak saat itu konflik kedua negara menjadi kian meruncing.
Sementara itu, Markas Pertahanan Udara Iran mengatakan berhasil membalas serangan Israel tersebut, meskipun terjadi kerusakan kecil di beberapa daerah, dan saat ini masih melakukan penyelidikan dampak kerusakannya. Iran juga membantah klaim Israel yang mengatakan telah menyerang 20 lokasi militer.
Reaksi warga Iran di Teheran
Serangan rudal Israel tersebut dilakukan ketika warga Kota Teheran sedang terlelap tidur. Ledakan yang dimulai pada pukul dua pagi itu pun segera membangunkan ribuan orang. Mereka segera menghambur ketakutan.
Video dan pos-pos beredar online ketika orang-orang mencoba mencari tahu apa yang sedang terjadi. Misalnya seorang warga berusia 32 tahun bernama Ali. "Bukan itu tak terduga, tapi itu menegangkan pula," katanya.
Kementerian Luar Negeri Iran menganggap serangan tersebut "sebagai pelanggaran terang-terangan" terhadap hukum internasional dan Piagam PBB. Ia menambahkan bahwa Iran berhak dan berkewajiban untuk membela diri dari aksi agresif eksternal. "Iran menekankankan penggunaan semua kemampuan rakyat Iran untuk melindungi keamanan dan kepentingannya."
Analis militer dan politik Elijah Magnier mengatakan pembunuhan dua perwira Iran akan mendorong negeri mullah tersebut untuk membalas. Walaupun Kementerian Luar Negeri Iran telah mengatakan bahwa mereka memiliki hak untuk menanggapi, namun kapan waktunya, kemudian seperti apa serangan bakal dilakukan sampai kini masih belum jelas.
Israel telah memperingatkan bahwa bila Iran membalas, maka Israel akan membalas balik dan serangan terhadap Iran bakal lebih luas.
Amerika tidak bertanggungjawab
Sementara itu Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat Marco Rubio menegaskan bahwa serangan udara yang diluncurkan Israel terhadap Iran merupakan keputusan sepihak Israel yang diambil tanpa keterlibatan apa pun dari pihak AS.
"Malam ini, Israel mengambil tindakan sepihak terhadap Iran. Kami tidak terlibat dalam serangan terhadap Iran, dan prioritas tertinggi kami adalah melindungi pasukan Amerika di kawasan," kata Rubio dalam akun media sosial X @SecRubio.
Menurut Menlu AS, pihak Israel telah menyampaikan bahwa mereka meyakini operasi terhadap Iran tersebut "diperlukan untuk membela diri".
Ia memastikan bahwa Presiden Donald Trump dan pemerintah AS telah mengambil semua tindakan yang diperlukan demi melindungi pasukan AS di Timur Tengah serta tetap menjaga komunikasi dengan para mitra kawasan.
Rubio juga memberi peringatan jelas kepada Iran supaya mereka tidak membalas serangan dengan mengincar fasilitas ataupun personel AS.
Sementara itu, seorang pejabat Iran mengatakan kepada The New York Times bahwa petinggi pemerintahan dan militer Iran telah membahas strategi untuk membalas kemungkinan serangan Israel.
Pejabat tersebut mengungkapkan bahwa rencana yang disepakati pihaknya adalah untuk meluncurkan serangan balasan sesegera mungkin setelah serangan pertama terjadi.
Editor: Muhammad Taufiq


