Jakarta, Arina -- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf mempertanyakan alasan DPR RI yang dimotori Muhaimin Iskandar, membentuk Pansus Angket Haji 2024. Menurut Gus Yahya tidak ada alasan kuat pembentukan pansus tersebut.
"Kami melihat tidak ada yang bisa dijadikan alasan yang cukup untuk pansus ini," ujar Gus Yahya dalam konferensi pers seusai Rapat Pleno NU di Jakarta, Minggu (28/7/2024).
Gus Yahya menilai keberadaan Pansus Angket DPR RI terkait penyelenggaraan haji 2024 memiliki keterkaitan dengan posisi adiknya, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, serta masalah lain yang sebetulnya tidak terkait dengan ibadah haji.
Gus Yahya juga masih bertanya-tanya mengenai latar belakang pembentukan pansus tersebut, yang disetujui pembentukannya saat Rapat Paripurna DPR RI Ke-21 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2023-2024, Selasa (9/7/2024) lalu.
"Ini yang kemudian menimbulkan pertanyaan pada kita, jangan-jangan ini masalah pribadi," kata Yahya Cholil Staquf.
Gus Yahya menyatakan bahwa masyarakat bisa melihat sendiri bagaimana kinerja penyelenggaraan ibadah haji pada tahun ini. Termasuk jamaah Nahdlatul Ulama yang mengikuti ibadah pada 2024.
"Banyak orang yang bisa ditanyai, kalau perlu bikin survei," tandasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar mengatakan bahwa izin rapat Pansus Angket Haji sudah ditandatangani olehnya. Hanya, pelaksanaan rapat masih menunggu anggota DPR RI, yang masih banyak berada di daerah dalam masa reses ini.
Editor: Kendi Setiawan


