Dark
Light
Dark
Light

Kementerian Tak Ingin Ibadah Haji Jadi 'Ladang Kematian' Jamaah

Kementerian Tak Ingin Ibadah Haji Jadi 'Ladang Kematian' Jamaah

Bandar Lampung, Arina.id - Menteri Haji dan Umrah RI Irfan Yusuf Hasyim (Gus Yusuf) menekankan pentingnya istitha'ah (kemampuan) bagi jamaah dalam menjalankan ibadah haji. Terlebih istitha‘ah dalam hal kesehatan.

Pasalnya, Pemerintah Arab Saudi selalu menanyakan mekanisme pemeriksaan kesehatan dalam meloloskan jamaah dalam berbagai pertemuan haji.

"Ada 2 hal yang selalu ditanyakan oleh Arab Saudi. Masalah dam dan kesehatan jamaah," kata Gus Irfan saat melakukan silaturahmi dengan para ulama Lampung di Pondok Pesantren Madarijul Ulum Bandar Lampung, Ahad (23/11/2025).

Oleh karena itu Kementerian Haji dan Umrah akan melakukan penguatan dalam pelaksanaan proses pemeriksaan kesehatan jamaah. Hal ini agar tidak akan lagi ada penilaian bahwa ibadah haji menjadi 'Ladang Kematian'.

"Dari jumlah kematian dalam pelaksanaan ibadah haji, Indonesia menjadi penyumbang separuh kematian jamaah," ungkapnya.

Ia juga berharap kepada jamaah untuk benar-benar menata niat dalam berhaji dengan mempertimbangkan kondisi. Jangan sampai ada niatan ingin meninggal dunia di Makkah saat ibadah haji.

Dalam kesempatan tersebut ia juga menyatakan komitmen Kementerian Haji dan Umrah dalam pemberantasan korupsi dan kolusi dalam ibadah haji. Komitmen tersebut diwujudkan di antaranya dengan tidak menerima fee, cash back, atau uang terimakasih dalam proses penyiapan berbagai hal mengenai pelaksanaan haji.

Jika memang ada kelebihan dari proses transaksi tersebut, ia meminta pihak di Arab Saudi untuk mengalihkan dan mengembalikannya kemudian dianggarkan untuk kualitas pelayanan jamaah.

"Kami berkomitmen tidak ada 1 rupiahpun korupsi dan kecurangan di Kementerian Haji dan Umrah," tegasnya.

Oleh karena itu ia selalu melakukan koordinasi dan komunikasi dengan berbagai pihak dalam menjalankan tugasnya guna mewujudkan tata kelola ibadah haji yang berkualitas.

Di antaranya dengan mencari masukan dari para ulama. Ia mengungkapkan bahwa dalam setiap kunjungannya ke daerah ia selalu menyempatkan diri untuk melakukan silaturahmi dengan ulama dan tokoh agama.

"Kiai adalah mulut rakyat. Apa yang menjadi unek-unek rakyat keluar dari pernyataan kiai. Mereka adalah tempat masyarakat menyampaikan keluh dan kesah," ungkapnya.

Sementara Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Provinsi Lampung Prof H Muhammad Mukri yang hadir pada kesempatan tersebut menyatakan dukungan pada Kementerian Haji dan Umrah dalam melaksanakan tugas untuk memberi yang terbaik pada jamaah.

"Kami mendoakan agar Kementerian Haji dan Umrah bisa sukses dalam menjalankan tugas perdananya pada pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 ini," harapnya.

Ia juga berharap pelaksanaan ibadah haji pada tahun 2026 nanti akan dapat berjalan dengan lancar. Segala kendala ia harapkan bisa ditangani dan berbagai masalah bisa diselesaikan dengan baik.

Hadir pada kesempatan tersebut jajaran pengurus PWNU Lampung, PCNU Se-Lampung, akademisi, dan pihak-pihak terkait ibadah haji.


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo