Dark
Light
Dark
Light

Kota Gaza Boleh Hancur, Tapi Pernikahan untuk Pelestarian Hidup Harus Berlanjut

Kota Gaza Boleh Hancur, Tapi Pernikahan untuk Pelestarian Hidup Harus Berlanjut

Arina.id - Hidup di tengah perang memang tidak mudah. Begitulah yang dialami masyarakat di Jalur Gaza yang kotanya dihancurkan oleh tentara Israel. Salah satu kota yang hancur itu, Kota Khan Younis di Selatan Gaza.

Kesulitan ekonomi membuat banyak pemuda dan pemudi di sana sulit melanjutkan hidup. Jangankan mendapatkan pasangan, atau menggelar pernikahan, mencari makan saja kesulitan. Akan tetapi, meskipun kota hancur lebur, tapi kehidupan tetap harus berjalan maju ke depan. 

Dalam operasi kemanusiaan "Gallant Knight 3", bantuan bagi masyarakat Gaza pada akhirnya tiba. Bukan cuma logistik saja, tapi bantuan melanjutkan hidup, melanjutkan keturunan, memulihkan kembali manusia-manusia Gaza. 

Dalam operasi kemanusiaan, Kota Khan Younis mengadakan pernikahan massal pada Selasa, 2 Desember 2025. Sebanyak 54 pasangan ikut dalam pernikahan yang pasangannya dipilih secara lotre itu. Sponsor utama pernikahan massal ini Abu Dhabi untuk peringatan peristiwa yang menandai Hari Persatuan ke-54 di Uni Emirat Arab.

Upacara pernikahan massal diadakan di reruntuhan bangunan yang hancur di daerah perumahan Hamad, digelar di bawah operasi kemanusiaan "Gallant Knight 3" UAE, demikian dilaporkan Anadolu.

Tahap pernikahan yang dinamakan "Thawb al-Farah," (gaun sukacita) melambangkan ketahanan hidup dan mengejar menyusutnya penduduk di Jalur Gaza setelah tingginya angka kematian akibat genosida yang dilakukan bedebah Zionis.

Bendera Palestina, bunga dan lagu-lagu tradisional mengisi tempat tersebut ketika keluarga dan pemimpin komunitas berkumpul untuk menyaksikan pengantin baru berjalan-jalan. Penyelenggara mengatakan pasangan dipilih melalui lotre yang meliputi kira-kira 2.651 pelamar dari seluruh daerah.

Kampanye "Gallant Knight 3" dimulai tanggal 5 November 2023, di bawah pimpinan Presiden Emirat Arab Mohammed bin Zayed untuk mengantarkan makanan dan bantuan medis ke daerah-daerah yang paling terdampak di Gaza.

Sebelumnya, meskipun gencatan senjata yang berlaku pada tanggal 10 Oktober 2025 Israel terus melanggar perjanjian tersebut dan menargetkan warga Palestina di luar zona penarikan yang ditunjuk, menyebabkan kematian ratusan warga.

Sejak Oktober 2023, angkatan bersenjata Israel telah membunuh lebih dari penduduk 70.000 di Gaza, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan terluka selama 171.000 yang lainnya dalam serangan brutal yang juga membuat enklaaf tersebut reruntuhan.


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo