Jakarta, Arina.id—Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf (Gus Irfan) menyatakan proses penerbitan visa jemaah haji Indonesia telah melampaui 95 persen.
"Penerbitan visa juga telah mencapai lebih dari 95 persen," jelas Gus Irfan dikutip dari siaran pers, Jumat (27/3).
Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan pihak penyedia layanan (syarikah) di Arab Saudi untuk memastikan kualitas pelayanan termasuk kartu nusuk.
Kartu Nusuk merupakan identitas digital resmi yang wajib dimiliki setiap jemaah. Kartu ini menjadi akses utama untuk masuk ke area ibadah seperti Makkah, Madinah, hingga Armuzna.
"Distribusi kartu Nusuk yang akan diterima jemaah saat di embarkasi," tuturnya.
Pemerintah Arab Saudi menerapkan kartu ini untuk mencegah jemaah ilegal dan memastikan seluruh layanan berjalan tertib.
Gus Irfan juga meminta seluruh jemaah untuk memaksimalkan manasik sebagai bekal utama agar ibadah berjalan tertib, aman, dan sesuai syariat.
Pemberangkatan kloter pertama jemaah haji Indonesia dijadwalkan mulai 22 April 2026. Pemerintah berharap situasi global, khususnya di kawasan Timur Tengah, tetap kondusif.
Pada 2026, Indonesia mendapat kuota sebanyak 221.000 jemaah. Rinciannya terdiri dari 203.320 jemaah reguler, termasuk lansia, serta 17.680 jemaah haji khusus.
Editor: Suci


