Jakarta, Arina.id—Direktur Wahid Foundation, Zannuba Ariffah Chafsoh (Yenny Wahid) menilai bahwa berbagai persoalan global saat ini memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, termasuk di Indonesia. Karena itu, keterlibatan aktif berbagai elemen, terutama perempuan, menjadi sangat penting.
"Kita tidak bisa hanya diam. Kita perlu berkumpul, berpikir bersama, dan menentukan langkah konkret yang bisa dilakukan,” kata Yenny dalam acara halal bihalal organisasi perempuan di kediaman Gus Dur, Jakarta Selatan, Kamis (2/4/2026).
Ia mencontohkan dampak krisis energi global terhadap kehidupan rumah tangga, khususnya bagi perempuan. Menurutnya, gejolak energi dunia tidak hanya berdampak pada sektor makro, tetapi juga langsung terasa hingga ke dapur masyarakat.
"Krisis energi, walaupun terjadi jauh di Selat Hormuz, dampaknya langsung ke dapur ibu-ibu. Perempuan sangat lekat dengan urusan rumah tangga, sehingga dampaknya terasa nyata,” ujarnya.
Yenny menjelaskan, penutupan Selat Hormuz memberikan efek signifikan terhadap pasokan energi global. Jalur tersebut selama ini menjadi penghubung utama distribusi energi dunia.
"Sekitar 20 persen pasokan energi dunia melewati Selat Hormuz. Ketika jalur ini terganggu, pasokan minyak menjadi terhambat, harga naik, dan berdampak pada kenaikan harga berbagai kebutuhan, termasuk BBM,” lanjutnya.
Ia pun mengajak perempuan Indonesia untuk bergerak bersama dan bersinergi dengan pemerintah dalam memberikan masukan serta solusi terhadap berbagai persoalan global.
"Perempuan harus mampu bergerak bersama, bersinergi dengan pemerintah, dan memberikan solusi agar dampak konflik global, seperti perang Iran dan Amerika, tidak terlalu besar dirasakan di Indonesia,” pungkas Yenny.
Dalam beberapa waktu terakhir, Selat Hormuz kembali menjadi sorotan dunia seiring meningkatnya ketegangan antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat. Sejumlah insiden di kawasan tersebut, mulai dari ancaman penutupan jalur pelayaran hingga gangguan terhadap kapal niaga, memicu kekhawatiran global.
Situasi ini membuat Selat Hormuz ramai diperbincangkan karena perannya yang sangat vital sebagai jalur utama distribusi energi dunia.
Dampak dari gangguan di Selat Hormuz tidak hanya dirasakan oleh negara-negara produsen energi, tetapi juga oleh negara-negara konsumen besar seperti China dan India.
Kedua negara ini sangat bergantung pada impor minyak dari Timur Tengah. Jika terjadi gangguan pasokan, maka harga energi global dapat melonjak, yang pada akhirnya berdampak pada inflasi dan biaya hidup masyarakat di berbagai negara.
Editor: Suci


