Jakarta, Arina.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat mengungkapkan aktivitas gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih berlangsung. Hingga Minggu (23/8/2026) pukul 05.00 WIB, terjadi 5.688 gempa susulan pascagempa utama berkekuatan magnitudo 7,7.
Gempa susulan tersebut tercatat memiliki magnitudo antara 1,1 hingga 6,2. Dari jumlah tersebut, sebanyak 32 gempa memiliki magnitudo di atas 5,0 dan 130 gempa dirasakan oleh masyarakat.
Aktivitas gempa susulan yang masih tinggi membuat sebagian warga memilih bertahan di lokasi pengungsian karena khawatir kembali ke rumah.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa Flores mencapai 87 orang. Angka tersebut bertambah delapan orang dibandingkan laporan sebelumnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengonfirmasi adanya penambahan korban jiwa tersebut.
"Masih tetap ada bertambah jiwa yang meninggal dari pemberitahuan kemarin. Pada hari ini secara kumulatif jumlah yang meninggal ada 87 jiwa," ujar Berton dalam konferensi pers daring.
Selain korban meninggal, BNPB mencatat 1.298 orang mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sebanyak 336 orang mengalami luka berat dan membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.
Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah korban luka terbanyak, yakni 643 orang. Berikutnya Kabupaten Manggarai dengan 285 orang luka-luka.
"Kabupaten Manggarai Timur dengan total 643 jiwa ini merupakan korban luka terbanyak, kemudian diikuti Kabupaten Manggarai sebanyak 285 jiwa," kata Berton.
Pengungsi Capai 150.576 Jiwa
Gempa susulan yang masih terjadi turut berdampak pada jumlah warga yang mengungsi. BNPB mencatat jumlah pengungsi meningkat menjadi 150.576 jiwa, dari sebelumnya 113.600 jiwa.
Tiga wilayah dengan jumlah pengungsi terbesar yakni Kabupaten Manggarai sebanyak 41.427 jiwa, Kabupaten Nagekeo 34.256 jiwa, dan Kabupaten Manggarai Timur 31.372 jiwa.
Di tengah kondisi tersebut, BNPB bersama TNI, Polri, relawan, dan unsur terkait terus melakukan penanganan di wilayah terdampak. Upaya tersebut meliputi pendistribusian bantuan logistik serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di lokasi pengungsian.
Berikut ringkasan data gempa Flores hingga 23 Agustus 2026 pagi
Gempa susulan: 5.688 kali
Gempa dirasakan: 130 kali
Gempa magnitudo di atas 5,0: 32 kali
Magnitudo terbesar: 6,2
Magnitudo terkecil: 1,1
Korban meninggal: 87 orang
Korban luka-luka: 1.298 orang
Korban luka berat: 336 orang
Jumlah pengungsi: 150.576 jiwa
Editor: Kendi Setiawan


