Arina.id -- Komisi VIII DPR RI merekomendasikan terbentuknya Direktorat Jenderal (Ditjen) Pondok Pesantren di Kementerian Agama (Kemenag) RI. Hal ini boleh dibilang sebagai bentuk dukungan terhadap eksistensi dan kemajuan lembaga pesantren di Indonesia.
"Kami di Komisi VIII telah lama merekomendasikan pembentukan Ditjen ini dan akan terus mengawal agar realisasinya segera terwujud," ucap Marwan Dasopang, selaku Ketua Komisi VIII DPR RI,dikutip dari Antaranews, Kamis (21/11/2024).
Menurut Marwan, Ditjen Pesantren dapat berperan sebagai pengelola utama dalam fungsi pendidikan, pemberdayaan, serta dakwah pesantren secara lebih terorganisir dan terintegrasi.
Hal itu disampaikan Marwan saat melaksanakan kunjungan spesifik ke Pondok Pesantren Assidiqiyah Tangerang Provinsi Banten, hari Rabu (20/11/2024) kemarin.
Lebih lanjut, sang ketua komisi DPR RI yang khusus membidangi persoalan agama, sosial, serta prempuan dan anak tersebut, mengungkapkan bahwa hadirnya pesantren punya peran penting dalam membentuk generasi muda yang tak hanya cerdas, tapi juga bermoral dan beriman.
Marwan juga menyinggung soal peran positif pesantren yang sudah eksis bahkan sejak sebelum Indonesia meraih kemerdekaan.
"Pesantren jauh sebelum Indonesia merdeka telah melahirkan generasi berkualitas. Pesantren adalah pondasi penting dalam membentuk anak-anak yang bebas dari kenakalan, kecanduan narkoba, hingga perilaku menyimpang seperti LGBT," imbuh Marwan.
Tak hanya itu, Marwan juga menyoroti soal pentingnya memperkuat ekonomi pesantren. Langkah tersebut juga dianggap sebagai implementasi Undang-Undang Nomor: 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.
Pesantren punya sejarah panjang sebaga pusat pendidikan, serta kekuatan ekonomi yang mandiri jauh sebelum bangsa ini meraih kemerdekaannya.
"Dahulu, pesantren mandiri, bahkan mampu mengimbangi kekuatan ekonomi kelompok Arab dan China. Namun, dengan status pesantren sebagai pendidikan nonformal saat ini, kemampuan ekonominya menjadi tertinggal," ujar dia.
"Kami mendorong pesantren untuk berbenah, mengidentifikasi potensinya, dan bekerja sama dengan mitra, seperti melalui program pinjaman UMKM yang dapat disalurkan perbankan kepada pesantren," pungkas Marwan.
Pesantren bisa dibilang sebagai lembaga pendidikan berbasis Islam, yang sudah memiliki sejarah panjang di Indonesia. Ini sejumlah peran penting pesantren di Indonesia:
Pesantren menjadi tempat pembelajaran agama Islam di Indonesia, meliputi: fikih, tauhid, tafsir, dan hadis. Selain keilmuan bidang agama dan moral, pesatren juga memberikan pendidikan umum termasuk sains dan teknologi.
Pesantren mampu membentuk generasi muda yang memiliki nilai moral dan akhlak yang baik. Para santri kerap dilatih hidup sederhana dan saling membantu. Pesantren juga mencetak generasi pemimpin yang amanah.
Sudah sejak lama, pesantren juga dikenal sebagai institusi yang mandiri dalam bidang ekonomi dan pengeloaan lembaga. Tak jarang pesantren yang turut mengembangkan unit usaha demi mendukung operasional mereka.
Para santri juga dilatih untuk memiliki keterampilan praktis, seperti menjadi sosok wirausahawan. Diharapkan mereka siap terjun dalam dunia kerja, maupun membuka usaha mandiri.
Pesantren juga berperan dalam melestarikan budaya dan tradisi lokal yang sejalan dengan nilai Islam. Pembacaan kitab kuning, peringatan hari besar Islam, dan tradisi lokal lainnya menjadi ciri khas pesantren.
Editor: A. Sentosa


