Dark
Light
Dark
Light

Guru Besar Universitas Muhammadiyah Purwokrto Dorong Penelusuran Naskah Kuno Banjarnegara

Guru Besar Universitas Muhammadiyah Purwokrto Dorong Penelusuran Naskah Kuno Banjarnegara

Banjarnegara, Arina.id — Filolog sekaligus Guru Besar Sejarah Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), ProfSugeng Priyadi mengajak para pelaku kebudayaan di Kabupaten Banjarnegara untuk lebih aktif dalam menelusuri dan menyelamatkan naskah-naskah kuno yang masih tersimpan di masyarakat.

Ajakan itu disampaikan Prof Sugeng dalam kegiatan Sosialisasi Penelusuran dan Inventarisasi Naskah Kuno di Aula Niscala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Banjarnegara, Selasa (12/5/2026). 

Menurut Prof Sugeng, Banjarnegara pada masa lalu merupakan “skriptorium raksasa” karena banyak penulis babad Banyumas berasal dari wilayah ini.

"Saya mengumpulkan lebih dari 101 babad Banyumas, dan yang dari Banjarnegara cukup banyak. Saya yakin yang masih ada di masyarakat cukup banyak. Hal itu perlu ditelusuri sebelum para pemiliknya mati dan babadnya musnah," ungkap Prof Sugeng.

Dalam kegiatan yang diikuti sekitar 50 pelaku literasi dan budaya itu ia menegaskan, penelusuran naskah kuno harus dilakukan secara serius dan dengan pendekatan yang baik kepada pemilik naskah.

"Untuk mendapatkan naskah yang ada di masyarakat, para penelusur harus jujur, tidak menampakaan muka mencurigakan, tidak memberi sesuatu agar tidak komersial serta menuruti apa keinginan pemilik babad," katanya.

Prof Sugeng juga mengingatkan agar proses inventarisasi dilakukan secepat mungkin ketika informasi keberadaan naskah ditemukan.

"Mari kita semua segera diinventarisir begitu ada informasi keberadaan naskah. Jangan tunggu lama-lama karena sangat rawan hilang dan musnah," ujar Prof Sugeng.

Bangkit menjaga sejarah
Sementara itu, mantan Plt Bupati Banjarnegara, Syamsudin mengajak para pelaku literasi dan budaya untuk “nglilir” atau bangkit menjaga warisan sejarah daerah.

"Ayo bangun dari tidur. Jangan sampai sejarah hebat yang yang ditorehkan para pendahulu kita terlupakan. Para pemilik babad jangan pelit-pelit membuka babadnya agar dikaji secara ilmiah sehingga makna dari babad yang ada diketahui generasi mendatang," ujarnya.

Kepala Disarpus Banjarnegara, Arief Rahman menyatakan bahwa hingga kini banyak naskah kuno yang belum terdata secara resmi.

“Karena naskah kuno masih banyak tersimpan di rumah warga dan belum dianggap penting,” katanya.

Menurut Arief, penelusuran naskah kuno tersebut guna memetakan, inventarisasi dan membangun pangkalan data naskah kuno, meningkatkan kesadaran dan apresiasi masyarakat terhadap naskah kuno.

Salah seorang peserta, Ki Giri Sarono, dalang sekaligus Kepala Desa Sirkandi Kecamatan Purwareja Klampok menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi seperti ini penting untuk membuka kesadaran masyarakat tentang nilai sejarah naskah kuno yang selama ini banyak tersimpan secara pribadi.

Ia berharap para pemilik naskah di Banjarnegara tidak ragu membuka akses bagi peneliti agar kandungan sejarah di dalamnya dapat dipelajari dan diwariskan kepada generasi berikutnya.


Editor: Kendi Setiawan
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo