Arina.id. Hezbollah Lebanon dilaporkan telah meluncurkan sebanyak 340 misil dan drone ke wilayah Israel. Sementara seragan udara militer Israel di ibukota Lebanon juga menimbulkan dampak kehancuran yang cukup parah.
Berdasarkan laporan Al-Jazeera pada Senin, 25 November 2024, Hizbullah telah menembakkan sebanyak total 340 rudal dan pesawat tak berawak ke Israel. Kabar ini disampaikan radio militer Israel.
Akibat serangan tersebut adalah 11 orang luka-luka dan terjadi kerusakan yang cukup parah di Tel Aviv. Serangan rudal dan drone katanya dilakukan para pejuang yang berasal dari wilayah Lebanon selatan.
Sementara menurut AP News pada Senin, 25 November 2024, Hizbullah setidaknya menembakkan sekitar 250 roket dan proyektil lain ke Israel selama serangan yang berlangsung hari Minggu, (24/11/2025).
Serangan tersebut dikabarkan melukai tujuh orang. Hal ini dinilai sebagai respons atas serangan yang dilancarkan Israel ke wilayah di Beirut.
Sejumlah serangan roket Hizbullah disebut mampu mencapai wilayah Tel Aviv, Israel. Menurut militer Israel, sekitar 250 proyektil ditembakkan selama hari Minggu, (24/11/2025). Namun, beberapa berhasil dicegat.
Magen David Adom, layanan penyelamatan Israel, mengatakan mereka merawat tujuh orang. Seorang pria berusia 60 tahun berada dalam kondisi parah akibat tembakan roket di Israel utara.
Pria berusia 23 tahun mengalami luka ringan akibat ledakan di pusat kota Petah Tikva, dekat Tel Aviv. Sedangkan wanita berusia 70 tahun mengalami inhalasi asap sebuah mobil yang terbakar. Sebuah roket turut menghantam bangunan tempat tinggal dan mulai terancam runtuh di Haifa.
Serangan Israel di Beirut Lebanon & Jumlah Korban
Serangan udara Israel di Beirut, ibukota Lebanon, dikabarkan terus berjalan. Hal ini membuat kerusakan dalam skala yang sangat besar.
Al-Jazeera menuliskan, Kementerian Pendidikan Lebanon sudah memutuskan untuk meliburkan sekolah-sekolah di Beirut hingga bulan Januari 2025.
Perdana Menteri Sementara Lebanon, Najib Mikati, secara tegas menyatakan pihaknya turut mengutuk keras serangan terbaru yang dilacarkan Israel.
Ia menyebutkan sebagai serangan terhadap upaya gencatan senjata yang dipimpin oleh Amerika Serikat. Kata Najib Mikati, dirinya mengatakan ini termasuk semacam "pesan langsung dan berdarah yang menolak segala upaya dan kontak yang sedang berlangsung" guna mengakhiri perang.
Serangan Israel selama ini telah menewaskan lebih dari 40 tentara Lebanon sejak perang yang melibatkan Israel dan Hizbullah. Secara total, jumlah korban jiwa di Lebanon sudah mencapai 3.754 orang tewas dan 15.626 lain mengalami luka-luka.
Editor: Abdul Fatah


