Jakarta, Arina.id—Tunjangan Hari Raya (THR) sering kali dianggap sebagai uang kaget atau bonus tambahan. Akibatnya, banyak orang cenderung lebih impulsif membelanjakannya dibandingkan gaji bulanan.
Situasi ini sering diperparah oleh tekanan sosial saat Lebaran. Keinginan untuk tampil maksimal ketika mudik, memberi angpau, atau menyediakan hidangan terbaik bagi keluarga terkadang membuat orang lupa pada kewajiban finansial setelah Lebaran selesai.
Agar THR tidak hanya numpang lewat di rekening, penting bagi masyarakat untuk mengatur strategi alokasi dana sejak awal.
Salah satu pendekatan yang bisa diterapkan adalah rumus sederhana 4-3-2-1, yang dinilai lebih fleksibel dan realistis menghadapi kondisi ekonomi serta gaya hidup pada 2026.
1. 40 Persen untuk Kebutuhan Hari Raya
Porsi terbesar dapat dialokasikan untuk kebutuhan Lebaran. Pos ini mencakup berbagai pengeluaran seperti tiket mudik, zakat fitrah, hampers untuk keluarga, hingga biaya menjamu tamu di rumah.
Namun, penting untuk diingat bahwa Lebaran sejatinya adalah momen silaturahmi, bukan ajang pamer kemewahan yang justru bisa membebani kondisi keuangan.
2. 30 Persen untuk Melunasi Kewajiban
Sebanyak 30 persen THR dapat dimanfaatkan untuk melunasi kewajiban finansial, terutama utang konsumtif seperti tagihan kartu kredit atau layanan paylater yang menumpuk dari bulan-bulan sebelumnya.
Langkah ini menjadi penting di tengah meningkatnya penggunaan layanan keuangan digital. Dengan melunasi atau mencicil utang menggunakan THR, kondisi keuangan setelah Lebaran bisa menjadi lebih lega.
3. 20 Persen untuk Tabungan dan Investasi
Tidak semua THR harus dihabiskan. Menyisihkan sekitar 20 persen untuk tabungan atau investasi dapat membantu menjaga stabilitas finansial di masa depan.
Beberapa instrumen yang relatif aman dan mudah dicairkan antara lain reksa dana pasar uang untuk dana darurat jangka pendek, emas digital sebagai pelindung nilai dari inflasi, atau sukuk tabungan jika periode penawarannya bertepatan dengan pencairan THR.
4. 10 Persen untuk Dana Sosial dan Self-Reward
Sisanya, sekitar 10 persen, dapat digunakan untuk kebutuhan sosial maupun menyenangkan diri sendiri. Dana ini bisa dialokasikan untuk tambahan sedekah di luar zakat wajib atau sekadar membeli sesuatu yang diinginkan sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras selama setahun terakhir.
Dengan perencanaan yang sederhana namun terarah, THR tidak hanya habis untuk konsumsi sesaat, tetapi juga bisa memberi manfaat jangka panjang bagi kondisi keuangan setelah Lebaran.
Editor: Suci


