Dark
Light
Dark
Light

PBB Tidak Berkutik Wujudkan Perdamaian di Gaza Gara-gara Veto Amerika

PBB Tidak Berkutik Wujudkan Perdamaian di Gaza Gara-gara Veto Amerika

Arina.id - Kesempatan perdamaian di Jalur Gaza Palestina gagal total gara-gara hak veto yang dilayangkan Amerika Serikat dalam pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsat (PBB), Rabu 04 Juni 2025.

Sebelumnya, PBB lewat 10 anggotanya mengajukan rancangan terbaru tentang gencatan senjata permanen di daerah kantong Palestina. Usulan tersebut didukung oleh 14 dari 15 anggota PBB. Amerika menggunakan hak vetonya menolak usulan tersebut.

Penyesalan berat terkait peluang perdamaian di Gaza Palestina tersebut disampaikan Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia. "Kesempatan lain telah hilang untuk menunjukkan bahwa Dewan Keamanan siap memikul tanggung jawabnya untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional dalam konteks konflik Israel-Palestina," katanya.

Seperti dikutip dari Sputnik, Nebenzia mencatat bahwa jelas siapa pihak yang menginginkan perdamaian dan siapa pihak yang ingin "terus bermain permainan politik" di tengah konflik Gaza yang terus menciderai kemanusiaan tersebut.

Sebelumnya, AS pada Rabu memveto draf resolusi Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menuntut gencatan senjata segera di Gaza dan pencabutan segera atas semua pembatasan bantuan kemanusiaan.

Draf resolusi itu, yang diajukan oleh 10 anggota terpilih Dewan Keamanan PBB, didukung oleh 14 dari 15 anggota dewan. Meski demikian, AS, yang memiliki hak veto, menolak draf resolusi tersebut. 

Draf resolusi itu menuntut pembebasan segera dan tanpa syarat atas semua sandera yang ditahan oleh Hamas dan kelompok-kelompok lain, serta pencabutan segera dan tanpa syarat atas semua pembatasan masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza dan distribusinya secara aman dan tanpa hambatan dalam skala besar.

Veto AS sontak menuai kecaman dari para anggota Dewan Keamanan. Perwakilan tetap China untuk PBB, Fu Cong, mengatakan bahwa China sangat kecewa dengan hasil pemungutan suara pada Rabu tersebut.

"Draf resolusi tersebut berisi tuntutan yang paling mendesak dari masyarakat Gaza dan mencerminkan suara mayoritas yang begitu besar dari masyarakat internasional," kata Fu seperti dikutip dari Xinhua.


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo