Dark
Light
Dark
Light

Muslim Mindanau Filipina Bisa Ikut Pemilu setelah Pemberlakuan Otonomi Khusus Bangsa Moro

Muslim Mindanau Filipina Bisa Ikut Pemilu setelah Pemberlakuan Otonomi Khusus Bangsa Moro

Arina.id - Hampir 2,4 juta pemilih di Wilayah Otonom Bangsamoro, Muslim Mindanao (BARMM) di Filipina selatan memberikan suara untuk pertama kalinya dalam pemilihan parlemen sejak wilayah tersebut didirikan pada 2019.

Pemungutan suara bersejarah pada hari ini, Senin 14 September 2026, dipandang sebagai langkah krusial menuju pemerintahan sendiri setelah puluhan tahun pemberontakan dan kekerasan di kawasan mayoritas Muslim tersebut.

Ada 80 kursi diperebutkan dalam pemilihan yang akan menentukan anggota parlemen, badan legislatif wilayah tersebut. Ini termasuk 40 perwakilan partai politik, 32 perwakilan distrik, dan delapan perwakilan sektoral. Menteri utama wilayah tersebut, yang memimpin cabang eksekutif, akan dipilih oleh parlemen pada sesi pertamanya.

Dikutip dari Aljazeera, pejabat pemilu mengatakan mereka menargetkan partisipasi setidaknya 80 persen setelah pemungutan suara ditunda selama beberapa tahun. Namun, kekerasan mematikan sempat merusak pemilu sehari sebelum pemungutan suara dibuka.

Ketua Komisi Pemilihan Umum, George Garcia, melaporkan Kota Cotabato telah berada di bawah kendali komisi setelah sebuah penembakan pada Minggu malam, 13 September 2026, menewaskan tiga orang dan melukai 15 lainnya. Dalam insiden terpisah di kota tersebut, juga terjadi ledakan bom rakitan yang melukai si pembawa bom, dan sebuah pistol ditembakkan namun tidak ada yang terluka.

Kota Maluso di Basilan juga berada di bawah kendali komisi setelah ditemukan surat suara yang sudah di-preshaded (diberi tandai) di 36 dari 68 daerah pemilihan. Garcia mengatakan telah memerintahkan pencetakan ulang surat suara segera untuk TPS yang terdampak di mana pemungutan suara akan tertunda.

Garcia berjanji akan menuntut mereka yang mencoba menabur kekerasan atau membeli suara. "Pemilu ini berdiri di atas perjuangan generasi Bangsamoro untuk tanah air, identitas, dan penentuan nasib sendiri, di tengah perampasan, marginalisasi, konflik, dan pengorbanan," ujarnya dalam pernyataan sebelumnya.

Tempat pemungutan suara dijadwalkan tutup pada pukul 19.00 waktu setempat (11:00 GMT). Pemilihan ini menandai berakhirnya masa transisi di bawah Bangsamoro Transition Authority (BTA), sebuah pemerintahan regional sementara yang diangkat pada 2019.

Didirikan berdasarkan kesepakatan damai pada 2014, BARMM bertujuan untuk memperluas otonomi. Saat itu pemberontak, Moro Islamic Liberation Front (MILF) setuju melakukan demobilisasi dan melepaskan tujuan mereka membangun negara Muslim terpisah di selatan negara yang mayoritas Katolik itu.

Sejak tahun 1970-an, sekitar 150.000 orang telah meninggal dalam konflik ini. Wilayah ini dulunya menjadi tempat perlindungan kelompok ekstremis tetapi kini mengalami penurunan kekerasan.


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo