Dark
Light
Dark
Light

Israel Serang Sekolah di Gaza, Lebih dari 32 Warga Palestina Meninggal

Israel Serang Sekolah di Gaza, Lebih dari 32 Warga Palestina Meninggal

Arina.id -- Militer Israel kembali melakukan serangan udara ke Sekolah Persiapan Male Al Nuseirat yang berafiliasi dengan Badan Bantuan dan Pekerjaan untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) yang menampung ratusan pengungsi di Gaza pada Kamis, (6/6/2024).

Kantor berita Palestina WAFA menyatakan bahwa sedikitnya 32 orang meninggal dunia dan puluhan terluka dalam serangan tersebut. Serangan terjadi pada malam hari ketika orang-orang sedang tidur.

“Serangan udara menargetkan sebuah rumah milik keluarga Al Madani di kamp Nuseirat menewaskan enam orang dan melukai beberapa lainnya. Artileri pendudukan menggempur wilayah timur kamp Al Bureij dan Al Maghazi di Jalur Gaza Tengah,” tulis WAFA dalam laporannya.

Serangan ini menargetkan rumah warga di lingkungan Tal Al Hawa, barat daya kota Gaza dan lingkungan Zaytoun. Di tempat lain pesawat tempur Israel juga mengebom daerah di lingkungan timur dan tengah kota Al Qarara, timur laut Khan Yunis di selatan jalur Gaza.

Berdasarkan laporan Palestinian Central Bureau of Statistic (PCBS) atau Biro Pusat Statistik Palestina, jumlah korban tewas Palestina akibat genosida Israel telah mencapai angka lebih dari 36 ribu jiwa dengan lebih dari 86 ribu korban luka-luka. 

PCBS mencatat bahwa 36.171 korban jiwa berada di Jalur Gaza, sementara 519 korban jiwa terdapat di Tepi Barat. Korban anak-anak dilaporkan mencapai 15.162, 10.018 wanita tewas dalam serangan Israel, dan 7.000 lainnya hilang. 

Selain itu, ratusan tenaga profesional tak luput dari serangan Israel. Sebanyak 492 tenaga kesehatan, 246 tenaga pendidik, 147 jurnalis dilaporkan meninggal dunia akibat serangan Israel.

PBB kutuk serangan Israel terhadap sekolah UNRWA

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengutuk serangan udara Israel terhadap sekolah, yang berubah menjadi tempat penampungan oleh badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) di Jalur Gaza yang menewaskan puluhan pengungsi.

Juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan serangan Israel kembali jadi pengingat tragis dan mengerikan menyangkut harga yang harus dibayar oleh warga sipil di Gaza.

“Tentu saja, dia (Guterres) mengutuknya,” kata Dujarric dikutip dari Anadolu, Jumat (7/6/20024).

Dujarric menuturkan bahwa sekolah yang digunakan sebagai tempat penampungan itu berusaha memberikan layanan penting kepada warga sipil mengingat tidak ada layanan pendidikan yang disediakan di Gaza.

Dujarric mengatakan 300.000 anak yang menerima pendidikan dari UNRWA tidak dapat mengakses pendidikan, sehingga sekolah diubah menjadi tempat penampungan. “Tidak ada tempat yang aman,” ucapnya.


Editor: Muhammad Zunus
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo