Indramayu, Arina.id- Deretan masjid di sepanjang jalan utama Pantura mulai dipadati pemudik. Dari bangku serambi hingga pelataran wudhu, mereka duduk bersila, meregangkan kaki, atau sekadar memejamkan mata sejenak.
Seorang ibu tampak sibuk menenangkan anaknya yang menangis sebab kelelahan. Di sudut lain, sekelompok remaja bersandar pada tas ransel besar, mengisi baterai ponsel. Masjid, yang biasanya senyap selepas waktu salat menjelma menjadi tempat singgah, ruang istirahat.
Suasana arus balik lebaran tak hanya terasa di terminal atau stasiun tapi di masjid-masjid. Salah satunya Masjid Jami Darussalam Indramayu yang terletak di Kelurahan Bugel Kecamatan Patrol.
Masjid menjadi alternatif tempat istirahat bagi pemudik yang melintasi Jalan Pantura menuju Jakarta. Selain nyaman, lokasi masjid umumnya mudah diakses dan memiliki fasilitas memadai.
Terlihat beberapa stand pedagang makanan berjejer di arena masjid. Mulai dari penjual soto, mie ayam, nasi goreng, hingga warung kopi.
Masjid Darussalam menjadi salah satu yang ramai dikunjungi saat arus balik Lebaran 2025. Masjid ini terletak di jalan utama dan menyediakan tempat parkir luas.
Pemudik asal Cilacap, Arman memilih beristirahat di masjid tersebut bersama keluarganya. Menurut dia masjid menjadi tempat yang cocok untuk berhenti sejenak sebelum melanjutkan perjalanan jauh.
Arman beserta keluarga memanfaatkan waktu di masjid untuk makan, tidur singkat, dan menyiapkan tenaga setelah menempuh perjalanan cukup lama. Terlebih sejak siang hingga malam hari, hujan tak henti mengguyur Jalur Pantura Cirebon.
"Tadi kan hujan sepanjang jalan, ngantuk jadi kami memilih persinggahan di Masjid karena nyaman dan banyak orang yang singgah," kata Arman kepada Arina.id.
Ia menambahkan bahwa dirinya sudah beristirahat sekitar satu jam di masjid tersebut sebelum melanjutkan perjalanan. Arman juga mengapresiasi langkah pemerintah yang menginstruksikan pembukaan masjid selama 24 Jam.
"Ke depan fasilitas seperti ini bisa terus ada. Karena kalau masjid terkunci, apalagi toiletnya, tentu akan sangat menyulitkan kami yang sedang dalam perjalanan," katanya.
Kementerian Agama (Kemenag) melalui Surat Edaran (SE) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1446 H/2025 M.
Salah satu poin utama dalam edaran ini adalah imbauan kepada pengelola masjid dan musala di jalur mudik agar tetap beroperasi selama 24 jam.
Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad menjelaskan, kebijakan ini bertujuan memberikan pelayanan optimal bagi para pemudik. Selain operasional nonstop, pengelola masjid juga diimbau menyediakan fasilitas pendukung seperti toilet bersih, area istirahat, serta air minum atau makanan ringan untuk takjil.
"Kami ingin memastikan masjid menjadi home base bagi pemudik yang membutuhkan tempat istirahat dan layanan ibadah selama perjalanan,”ujar Abu di Jakarta.
Editor: Muhammad Taufiq


