Dark
Light
Dark
Light

Iran Luncurkan Serangan ke Israel, Pengamat: Sebatas Peringatan

Iran Luncurkan Serangan ke Israel, Pengamat: Sebatas Peringatan

Arina.id — Iran melancarkan serangan lebih besar terhadap Israel. Rekaman yang disiarkan stasiun televisi Israel menunjukkan beberapa rudal melesat di atas wilayah Tel Aviv, pada Selasa (1/10/2024), sesaat sebelum pukul 19:45 waktu setempat (23.45 WIB).

Negara para mullah itu menembakkan serangkaian rudal ke kota-kota di Israel sebagai balas dendam setelah Israel melancarkan serangan darat ke wilayah Lebanon.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengatakan serangan itu ditutujukan ke target militer dan keamanan vital Israel. Rudal-rudal yang ditembakkan Iran ke Israel juga sebagai tanggapan atas serangan mematikan Israel terhadap orang-orang di Gaza dan Lebanon, serta pembunuhan para pemimpin IRGC, Hamas, dan Hizbullah.

Menurut media resmi di Teheran, Iran kali pertama melancarkan serangan siber berskala besar dengan menggunakan rudal balistik hipersonik terbaru, dan IRGC mengeklaim bahwa 90% rudal mengenai sasarannya.

Sementara itu, militer Israel mengatakan mereka berhasil mencegat "sejumlah besar" dari 180 rudal balistik yang diluncurkan oleh Iran, tetapi ada dampak "terisolasi" di Israel tengah dan selatan. 

Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan mengatakan militer Amerika "berkoordinasi erat" dengan mitranya di Israel untuk menembak jatuh proyektil tersebut.

"Kapal perusak angkatan laut AS bergabung dengan unit pertahanan udara Israel dalam menembakkan pencegat untuk menembak jatuh rudal yang masuk," kata Sullivan kepada wartawan di Gedung Putih.

Sullivan menyebut tidak ada kematian yang dilaporkan di Israel: "Singkatnya, berdasarkan apa yang kita ketahui saat ini, serangan ini tampaknya telah dikalahkan dan tidak efektif," katanya.

Negar Mortazavi, seorang peneliti senior di Center for International Policy, mengatakan bahwa pemerintah Iran kemungkinan merasa bahwa jika tidak menanggapi eskalasi Israel baru-baru ini, serangan Israel "akan terus bertambah dan berlanjut".

Mortazavi mengatakan kepada Al Jazeera bahwa serangan rudal dan pesawat nirawak Iran terhadap Israel pada bulan April – dua minggu setelah serangan mematikan Israel terhadap konsulat negara itu di Suriah – merupakan "tembakan peringatan" awal dan upaya untuk "meningkatkan eskalasi menjadi deeskalasi".

"Saya pikir pesan yang disampaikan Iran tentang serangan rudal terbarunya terlihat sama," jelas Mortazavi. "Mereka menganggap ini sebagai tembakan peringatan lainnya." 

Dia juga mencatat bahwa Presiden Iran Masoud Pezeshkian menggambarkan serangan Iran dalam sebuah unggahan di media sosial sebagai respons terhadap kedaulatan mereka. "Namun pada saat yang sama, [Pezeshkian menegaskan kembali] pesan bahwa mereka tidak menginginkan perang," kata Mortazavi.


Editor: Muhammad Zunus
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo