Jakarta, Arina.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa hingga akhir Mei 2026 baru sekitar 20,1 persen wilayah Indonesia yang telah memasuki musim kemarau. Sementara itu, sebagian besar wilayah lainnya masih berada dalam masa peralihan musim yang ditandai dengan potensi hujan yang masih cukup tinggi.
Berdasarkan data observasi curah hujan periode 25–27 Mei 2026, BMKG mencatat sejumlah wilayah masih mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Curah hujan tertinggi tercatat di Maluku sebesar 91,5 mm, disusul Maluku Utara 78,8 mm, Kalimantan Barat 71 mm, Sulawesi Selatan 68 mm, dan Sulawesi Utara 62 mm.
Prakirawan BMKG Dendi Rona Purnama menjelaskan bahwa kondisi cuaca saat ini dipengaruhi oleh sejumlah dinamika atmosfer yang masih aktif di sekitar wilayah Indonesia.
Salah satu faktor utama adalah keberadaan Siklon Tropis Jangmi di sekitar Laut Filipina yang memengaruhi pola aliran massa udara dan meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan, terutama di wilayah Indonesia bagian timur.
“Di tengah kondisi peralihan musim saat ini, cuaca di Indonesia dipengaruhi oleh berbagai aktivitas dinamika atmosfer yang berada di sekitar wilayah Indonesia. Salah satunya kemunculan Siklon Tropis Jangmi yang turut mempengaruhi pola aliran massa udara dan mendukung peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah sekitar lintasannya, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur,” ujar Dendi dalam siaran informasi cuaca BMKG diakses Sabtu (30/5/2026)..
Selain Siklon Tropis Jangmi, BMKG juga mencatat aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial yang bergerak ke arah barat dan berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumatera bagian utara dan Kalimantan bagian utara.
Di sisi lain, terdapat potensi pembentukan sirkulasi siklonik di Laut Cina Selatan yang dapat memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi hingga wilayah Kepulauan Natuna. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan peluang hujan di wilayah sekitarnya.
BMKG memperkirakan cuaca di Indonesia pada periode 29–31 Mei 2026 masih didominasi hujan ringan hingga lebat. Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi angin kencang yang dapat terjadi di Aceh, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Maluku, dan Papua Barat Daya.
Sementara itu, pada periode 1–4 Juni 2026, hujan ringan hingga lebat masih berpotensi terjadi di berbagai wilayah Indonesia. BMKG memberikan peringatan dini dengan kategori siaga terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang, terutama di wilayah Papua Pegunungan.
Selain itu, potensi angin kencang diperkirakan terjadi di Aceh, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Maluku.
BMKG mengimbau masyarakat serta para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang.
Masyarakat juga diminta untuk terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini melalui laman resmi BMKG, aplikasi Info BMKG, serta media sosial resmi BMKG guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.
Editor: Kendi Setiawan


