Dark
Light
Dark
Light

3 Persiapan Songsong Ramadhan menurut Rektor UIN Raden Intan Lampung

3 Persiapan Songsong Ramadhan menurut Rektor UIN Raden Intan Lampung

Arina.id ~ Rektor UIN Raden Intan Lampung Prof. Wan Jamalauddin Z mengungkapkan 3 ajakan pada umat Islam dalam mempersiapkan dan menyongsong Ramadhan 1445 H. Pertama menurutnya adalah menjaga hati dan pikiran untuk menumbuhkan rasa senang menyambut datangnya bulan Ramadhan 

Rasa hati dan pikiran yang diliputi rasa senang akan terwujud dalam perbuatan. Inilah yang menurutnya menelurkan banyak ragam tradisi atau kebiasaan masyarakat dalam menyambut Ramadhan yang kemudian bernuansa Islami. 

“Kedua, jaga kesehatan, meskipun dikatakan bahwa berpuasalah, maka kamu akan sehat. Kesehatan sendiri terbagi pada sehat jasmani dan rohani, sedangkan sehat jasmani adalah kesehatan yang mencankup fisik kita, dan rohani adalah hati dan pikiran kita,” ungkapnya dalam keterangan kepada Arina.id, Senin (11/3/2024)

“Keduanya menjadi penting, sehingga dikatakan oleh para ulama, kesehatan dan ketenangan hati adalah lebih mahal daripada kekayaan dan harta,” imbuhnya.

Ketiga lanjutnya adalah menyiapkan waktu selama Ramadhan dengan memperbanyak ibadah kepada Allah dan melakukan amal saleh dan segala kebaikan lainnya. 

Mengutip Ibnu al-Jauziyah ia mengatakan bahwa waktu lebih mulia dari sebuah kematian. Karena hilangnya waktu akan memutuskan hubungan dengan Allah dan hari akhirat, sedangkan kematian akan memutuskan hubungan dengan dunia dan isinya.

Selain tiga persiapan tersebut, Prof Wan juga mengajak masyarakat untuk menyongsong bulan Ramadhan dengan menjaga ukhuwah (persatuan) sehingga selama Ramadhan dapat dengan khusyuk mencari keberkahan dan ridha Allah. Dengan hal ini maka umat Islam akan mendapat hasil yang maksimal yaitu ketakwaan di sisi Allah.

Ukhuwah ini menurutnya penting untuk menghadapi berbagai perbedaan di antaranya dalam perbedaan awal penentuan Ramadhan. Menurutnya, metode rukyah dan hisab sama-sama dapat dilaksanakan, sedangkan keduanya kerap kali selisih dalam ketentuannya.

“Masyarakat Indonesia selalu menjaga ukhuwah Islamiyah dengan segala toleransi demi terwujudnya keharmonisan,” harapnya.

Begitu juga dalam konteks perbedaan agama di kalangan para pemeluk agama yang semuanya senantiasa mendapatkan perlindungan hukum yang sama. Sebagai Muslim yang baik juga harus senantiasa menjaga nilai-nilai ukhuwah wathaniyah agar hajat kita terpenuhi yaitu menunaikan ibadah puasa dengan baik.

“Saudara-saudara kita non-Muslim juga senantiasa kita jaga nilai-nilai toleransi selama menjalani Ramadhan,” 

Ukhuwah jelasnya, menjadi wadah persaudaraan dalam merajut keharmonisan di tengah perbedaan. Komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan dan senantiasa menjaga nilai-nilai tradisi lokal adalah solusi mewujudkan kedamaian.


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo