Dark
Light
Dark
Light

Nilai Tukar Rupiah Sedikit Optimis Setelah Terburuk Sepanjang Sejarah

Nilai Tukar Rupiah Sedikit Optimis Setelah Terburuk Sepanjang Sejarah

Arina.id - Nilai tukar rupiah mengalami pelemahan terburu sepanjang sejarah kemarin, Selasa 12 Mei 2026. Untuk pertama kali nilainya di level Rp17.529 per dolar AS.

Nilai rupiah memang suram sejak beberapa hari terakhir. Dalam beberapa hari belakangan, nilainya cenderung melemah. Pada Senin, 11 Mei 2026, nilainya melemah di level Rp17.386 per dolar AS.

Kemudian sehari setelahnya naik dengan nilai tertinggi sepanjang sejarah Rp17.529, lalu di pembukaan hari ini menguat tipis Rp17.515 per dolar AS. Menurut Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, pelemahan ini terjadi seiring dengan risiko geopolitik dan tren kenaikan inflasi global.

"Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah dengan kisaran di Rp17.525 - Rp17.575, dipengaruhi oleh global kembali naiknya harga minyak, index dollar dan yield obligasi pemerintah AS akibat risiko geopolitik dan tren kenaikan inflasi," katanya dikutip dari Antara.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sedang mempertimbangkan secara serius untuk melanjutkan aksi militer di Timur Tengah. Fox News melaporkan, Gedung Putih sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan Operation Project Freedom guna memulihkan jalur pelayaran di Selat Hormuz, dengan peran militer yang diperluas.

Trump semakin frustrasi terhadap sikap Iran dalam negosiasi untuk menyelesaikan konflik, dan kini lebih serius mempertimbangkan dimulainya kembali operasi militer skala besar dibanding beberapa pekan terakhir. Sumber-sumber mengatakan bahwa Trump mulai kehilangan kesabaran karena Selat Hormuz masih ditutup.

Menurut sumber tersebut, kini terdapat beberapa kelompok di dalam pemerintahan AS. Sebagian mendukung pendekatan keras dengan mengusulkan pengeboman terarah secara berkelanjutan terhadap Iran untuk melemahkan posisi Teheran, sementara kelompok lain tetap mendorong cara diplomatik untuk menyelesaikan konflik.

Adapun terkait inflasi, International Monetary Fund (IMF) telah memperkirakan pertumbuhan global pada 2026 akan melambat menjadi 2,5 persen, sementara inflasi meningkat menjadi 5,4 persen, dengan asumsi konflik yang terjadi akan berlangsung panjang.

Melihat sentimen domestik, semakin sempitnya ruang fiskal menciptakan bagi pemerintah untuk memutuskan apakah menurunkan skala prioritas atau melonggarkan defisit lebih dari 3 persen.


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo