Dark
Light
Dark
Light

AS dan Israel Kembali Gempur Teheran Hantam Fasilitas Medis, Iran Membalas

AS dan Israel Kembali Gempur Teheran Hantam Fasilitas Medis, Iran Membalas

Arina.id - Pasukan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel kembali menggempur Iran. Serangan kali ini menyasar fasilitas farmasi di Teheran dan dinilai menjadi "pukulan signifikan terhadap rantai pasokan medis nasional," setelah fasilitas rantai produksi negeri hancur.

Media pemerintah Iran mengidentifikasi fasilitas tersebut sebagai bagian dari perusahaan Tofigh Daru, produsen utama bahan baku yang digunakan dalam obat-obatan rumah sakit dan perawatan khusus.

Wakil Menteri Kesehatan Iran Mahdi Pirsalehi mengatakan, serangan tersebut menyebabkan "kehancuran total unit produksi dan departemen penelitian dan pengembangan pabrik."

“Dulu, daerah ini merupakan salah satu produsen bahan baku terpenting di negara ini untuk obat-obatan rumah sakit, perlengkapan ruang operasi, dan obat-obatan antikanker tertentu,” katanya, dikutip dari middleeasteye (MeE), Rabu 1 April 2026.

Para pejabat Iran mengutuk serangan itu. Kementerian Luar Negeri Iran menyebutnya sebagai "kejahatan perang yang terang-terangan dan kejahatan terhadap kemanusiaan."  

Menurut kantor berita Isna, yang mengutip direktur jenderal Organisasi Sistem Keperawatan setempat, menyebutkan setidaknya sepuluh perawat tewas dalam serangan bom gabungan AS-Israel di Teheran. Namun badan tersebut mengatakan layanan medis terus berlanjut tanpa gangguan setelah serangan.

Dalam beberapa jam terakhir, Palang Merah Negeri Para Mullah itu mengatakan pasukan gabungan "teroris AS dan Israel"--istilah yang dipakai Iran--bahwa daerah sipil kini menjadi sasaran serangan. Selain fasilitas farmasi, serangan juga menargetkan dermaga penumpang di kota pelabuhan selatan Bandar Abbas.

Ahmad Nafisi, seorang pejabat senior di provinsi Hormozgan, mengatakan jet tempur membombardir dermaga Shahid Haqqani beberapa jam sebelumnya. Ia mengutuk serangan sebagai tindakan "kriminal". Beruntung tidak ada yang tewas atau terluka.  

Iran tidak tinggal diam. Setelah serangan gabungan AS-Israel, negeri pewaris Kekaisaran Persia itu segera membalas. Sirene serangan udara berbunyi di beberapa wilayah negeri Zionis Israel bagian utara akibat infiltrasi drone, kata pihak berwenang.

Komando Front Dalam Negeri Israel mengatakan peringatan serangan diaktifkan di kota-kota termasuk Kiryat Shmona, Kfar Yuval, Margaliot, Kfar Giladi, Manara dan Beit Hillel. Media Israel juga melaporkan suara sirene di Safed dan puluhan komunitas di sekitarnya.

Peringatan tambahan dilaporkan di Misgav Am dan daerah sekitarnya saat pihak berwenang memantau situasi. Militer Israel mengatakan sedang berupaya mencegat rudal yang diluncurkan dari Yaman menuju wilayahnya pada hari Rabu.

Dalam sebuah pernyataan di Telegram, pasukan Israel menyebut bahwa proyektil tersebut terdeteksi pada pagi hari, seiring dengan terus meningkatnya ketegangan di kawasan. Menurut layanan darurat Magen David Adom, belum ada laporan langsung mengenai korban luka.

Kelompok Houthi Yaman sebelumnya telah meluncurkan rudal ke Israel dan bersumpah untuk melanjutkan serangan, meskipun mereka belum mengaku bertanggung jawab atas serangan baru-baru ini.


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo