Pada pertengahan Oktober 1993, atau tepatnya Jumat 16 Oktober 1993, Perdana Menteri Israel Yitzak Rabin bertandang ke kediaman Presiden Suharto di Jalan Cendana, Jakarta. Pertemuan ini disebut-sebut sebagai pertemuan paling rapih yang dijalankan para intelijen.
Mantan Panglima pasukan perdamaian PBB di Timur Tengah, Letjen TNI (purnawirawan) Rais Abin, mengungkapkan pertemuan Soeharto dengan Yitzak Rabin hanya berjalan sekitar satu setengah jam. Pertemuan itu dilatarbelakangi dari keinginan Israel membuka hubungan diplomatik, terlebih setelah sebelumnya Indonesia membeli lebih dari 30 pesawat tempur Skyhawk dari Israel yang dilakukan secara rahasia melalui operasi Alpha. Para pilot Indonesia bahkan dilatih di negara itu oleh instruktur Israel.
"Itu kerjasama intelijen yang sangat bagus, sampai semua orang tidak tahu," ungkap Rais Abin kepada BBC Indonesia, 2017 silam.
Walaupun Indonesia dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik, nyatanya pada awal 1980 kedua negara pernah menjalin kerja sama yang bersifat rahasia dalam pengadaan pesawat tempur.
"Secara politik aneh kalau kita jual-beli dengan Israel," tandasnya. "Sementara pesawat (yang dibutuhkan Indonesia) itu adanya di Israel," sambung Rais Abin.
Rais Abin menyatakan operasi Alpha dilancarkan dengan sangat rapih, termasuk mengelabui para pilot TNI-AU seolah-olah dilatih di AS dan bukan ke Israel. "Di dalam negeri, kita tidak boleh bilang mereka ke Israel."
Pengadaan pesawat militer dari Israel ini tidak pernah diakui secara resmi oleh TNI, tetapi kemudian terungkap setelah salah-seorang pilot TNI Angkatan Udara (AU), Djoko Poerwoko -yang mengikuti pelatihan di Israel- membocorkan melalui buku otobiografinya berjudul 'Menari di angkasa'.
Lebih lanjut Rais Abin mengatakan pembelian pesawat tempur dari Israel itu tidak berdampak 'politik' terhadap kebijakan Indonesia yang tetap tidak membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Pertemuan kedua kepala negara itu justru ditangkap Derek Manangka sebagai upaya Israel membuka komunikasi informal. Kunjungan ini bertujuan meminta jasa baik Indonesia sebagai pemimpin Gerakan Non-Blok (GNB) untuk menjembatani konflik Palestina – Israel (RI Dilamar Jadi Mediator Konflik Palestina – Israel).
Pertemuan Suharto-Rabin digelar tiga pekan setelah pemimpin PLO, Yaser Arafat, berkunjung ke Indonesia.
Editor: Muhammad Zunus


