Dark
Light
Dark
Light

Risiko Krisis Asuransi di AS, Imbas Kebakaran Hutan Los Angeles

Risiko Krisis Asuransi di AS, Imbas Kebakaran Hutan Los Angeles

Arina.id -- Krisis asuransi berpeluang terjadi di California, Amerika Serikat (AS), sebagai imbas dari bencana kebakaran hutan dan lahan di Los Angeles. Kebakaran terhitung sudah berlangsung lebih dari sepekan, yang mengakibatkan kehancuran ribuan bangunan serta infratruktur penting.

Karhutla menyebar dengan sangat cepat di Los Angeles karena kondisi kering dan tiupan angin kencang. Saat ini diperkirakan lebih dari 37.000 hektar lahan sudah hangus terbakar.

Kebakaran bahkan turut menerjang wilayah pemukiman penduduk, hingga mengakibatkan lebih dari 12.000 bangunan hancur dan tidak dapat digunakan.

Estimasi kerugian dalam bencana ini diperkirakan mencapai 150 miliar dollar AS. Sedangkan update terbaru menyebut 24 korban tewas yang sudah dikonfirmasi.

Para ahli keuangan dan ekonomi juga memprediksi bahwa imbas kebakaran Los Angeles dapat memicu krisis di berbagai perusahaan asuransi di kawasan tersebut. Para perusahaan tersebut berpeluang bakal mengalami kesulitan dalam menanggung klaim kerusakan yang terlampau luas.

Oleh karenanya sejumlah perusahaan asuransi mulai mengurangi penerbitan polis baru untuk sejumlah daerah yang dinilai memiliki risiko tinggi. Beberapa kasus juga tidak memperbarui polis yang sudah ada.

Dikutip dari Antaranews, sejumlah pemilik properti di daerah terdampak bencana menyebut bahwa perusahaan asuransi besar sudah menarik perlindungan kebakaran, bahkan sebelum bencana karhutla di LA terjadi.

Wakil Presiden Kamala Harris turut menyoroti banyaknya kasus perusahaan asuransi yang membatalkan polis. Hal ini tentu saja kian menambah beban para masyarakat yang terdampak langsung oleh bencana ini.

Disebutkan bahwa sudah ada 7 dari 12 perusahaan asuransi besar, yang sudah menghentikan atau membatasi penerbitan polis baru di California.   

Sebelumnya diperkirakan ada 1 dari 7 rumah di negara bagian California yang sudah memiliki polis asuransi minimum kebakaran. Akan tetapi perusahaan asuransi membatalkan puluhan ribu polis, demi mempertahankan keberlanjutan keuangan mereka.

Perusahaan asuransi rumah terbesar di California, State Farm General, menyebut pada Maret 2024 lalu sudah tidak melakukan pembaruan polis asuransi untuk sekira 30.000 rumah.

Perusahaan asuransi Chubb menghentikan penerbitan polis baru untuk rumah bernilai tinggi yang berada di kawasan berisiko tinggi.

Oleh karenanya, cukup banyak korban kebakaran hutan yang tidak memiliki perlindungan terhadap kerugian mereka, lantaran perusahaan asuransi gagal memperbarui polis sebelum bencana terjadi.

Jumlah kerugian finansial akibat kebakaran hutan di LA masih terus dalam perhitungan. Para ahli memperkirakan hal ini bisa jadi menyebabkan bencana dengan kerugian termahal dalam sejarah AS. Sampai saat ini nilai kerugian terus meningkat, karena api belum sepenuhnya bisa dipadamkan.

Sementara itu pada Senin (13/1/2025) lalu, Presiden Joe Biden mengatakan bahwa proses pembangunan kembali Los Angeles usai kebakaran dahsyat California berpeluang menelan hingga puluhan miliar dolar AS.

"Meskipun pemerintah federal akan menanggung 100 persen biaya selama 180 hari ke depan, untuk hal-hal seperti pembayaran lembur petugas pemadam kebakaran, pemindahan puing-puing, dan tempat penampungan sementara, tetap membutuhkan puluhan miliar dolar untuk mengembalikan Los Angeles seperti semula," ucap Biden, dikutip dari Antaranews.  

 


Editor: A. Sentosa
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo