Arina.id - Menjelang peringatan Hari Santri 2025, Kementerian Agama tengah menyiapkan Koperasi Merah Putih di pesantren. Program ini diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi santri dan pesantren.
Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Ditjen Pendidikan Islam Kemenag, Basnang Said, mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Koperasi langkah ini.
Menurut dia, sinergi dengan koperasi desa akan memperluas akses pesantren dalam pengelolaan unit usaha.
"Kami sudah melakukan rapat dengan perwakilan Kementerian Koperasi agar kemudian pesantren-pesantren yang memiliki badan usaha atau minimarket bisa bekerja sama dengan koperasi Merah Putih yang ada di desa," kata Basnang dihubungi Arina.id, Kamis (18/9/2025) malam.
Ia menjelaskan, kerja sama tersebut bertujuan mempermudah distribusi barang kebutuhan di pesantren. Selama ini, banyak toko atau minimarket pesantren harus mengambil barang dari luar kabupaten atau kota, yang berdampak pada tingginya biaya operasional.
"Dengan adanya Koperasi Merah Putih, pesantren bisa difasilitasi secara lebih mudah. Tidak perlu lagi mengambil stok dari luar daerah," katanya.
Basnang menambahkan, pihaknya berharap gagasan ini dapat menjadi hadiah dari Presiden untuk para santri di momen Hari Santri tahun ini. "Ini yang akan kita impikan di Hari Santri, dari Presiden untuk santri Indonesia," ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko) Zulkifli Hasan mendorong pembentukan koperasi desa di setiap pondok pesantren di seluruh Indonesia sebagai langkah strategis untuk mewujudkan kemandirian ekonomi umat.
"Di pondok ada koperasi. Kita ingin agar pusat ekonomi ada di desa. Sentra ekonomi ada di desa," ujar Menko Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas, saat berkunjung ke Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, Jakarta, pada hari Rabu (17/9/2025).
Editor: Muhammad Taufiq


