Dark
Light
Dark
Light

Pemerintah Masih Kaji Wacana Pembangunan Pondok Pesantren Pakai APBN

Pemerintah Masih Kaji Wacana Pembangunan Pondok Pesantren Pakai APBN

Arina.id - Pemerintah masih mengkaji wacana pembangunan pondok pesantren (Ponpes) menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Wacana ini muncul pasca-tragedi ambruknya musala Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo Jawa Timur yang menyebabkan 171 santri menjadi korban, 67 diantaranya meninggal dunia.

Seperti dikatakan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, setelah kejadian tersebut memang muncul pemikiran-pemikiran, salah satunya mungkinkah pembangunan pesantren bersumber dari APBN.

"Tapi kan semua sedang kami pelajari karena berkaitan engan masalah jumlah," katanya dalam siaran pers melalui Channel Youtub Sekretariat Kabinet, Minggu malam 12 Oktober 2025.

Kemudian dalam perkembangannya, Prasetyo Hadi melanjutkan, muncul pertanyaan apakah kemudian wacana tersebut hanya memprioritaskan pondok pesantren yang sekarang eksis, sudah tua, atau ke depan juga untuk pembangunan pondok-pondok pesantren baru? 

"Yang penting pasca-kejadian kemarin presiden meminta kita semua melakukan pendataan, melakukan infentarisir, terutama yang berkenaan dengan masalah keselematan itu harus menjadi prioritas utama," katanya.

"Jadi Kementerian PU diminta untuk melakukan cek ke lapangan, ke setiap pondok pesantren untuk memastikan bahwa bangunan-bangunan fisik itu betul-betul terjamin keamanannya, supaya tidak terjadi lagi kejadian seperti kemarin di Sidoarjo."

Sebelumnya, bangunan mushalla di lantai tiga Ponpes Al Khoziny ambruk pada Senin 29 September 2025 saat tengah menjalani renovasi. Saat kejadian, ratusan santri sedang melaksanakan salat Ashar berjamaah di lantai dua, ketika bangunan tiba-tiba ambruk.

Akibat peristiwa itu, 171 santri terjebak dalam puing-puing bangunan. Evakuasi pun berlangsung berhari-hari. Data terakhir, dari ratusan satri yang menjadi korban tersebut, 67 santri dilaporkan meninggal dunia.

Pesantren Al Khoziny merupakan salah satu pesantren tua di Jawa Timur. Pesantren itu menghasilkan banyak alumni yang belakangan menjadi ulama hebat di zamannya masing-masing. Di antara alumni pondok pesantren salaf ini adalah Kiai Hasyim Asyari (Mbah Hasyim), Kiai Wahab Chasbullah (Mbah Wahab), kiai Asad Syamsul Arifin Situbondo dan sejumlah ulama hebat lainnya.

Deputi Bidang Penanggulangan Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Budi Irawan, dikutip dari BBC, menatakan "dari semua bencana pada tahun 2025, baik bencana alam maupun non-alam, korban meninggal dunia belum sebanyak yang terjadi di Sidoarjo." 


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo