Jakarta, Arina.id—Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama RI menjajaki kerja sama strategis dengan sejumlah perguruan tinggi di Australia melalui Program Madrasah Goes Abroad. Program ini dirancang sebagai wadah untuk menjaring sekaligus menempa siswa-siswi unggulan madrasah agar mampu bersaing di tingkat global.
Penjajakan dilakukan dengan beberapa kampus di Adelaide, Brisbane, dan Melbourne sebagai bentuk konkret dukungan terhadap program prioritas Presiden di bidang pendidikan, khususnya penguatan Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM).
Selain pertemuan dengan University of Adelaide dan Flinders University, pada Jumat (13/2 2026), delegasi Kementerian Agama juga bertemu dengan pimpinan The University of Queensland.
Delegasi dipimpin Direktur KSKK Madrasah Nyayu Khodijah, didampingi Ketua Tim Beasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Puspenma Kemenag RI Siti Maria Ulfa serta dosen Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Fatah Palembang Ria Agustina selaku PIC Program Madrasah Goes Abroad.
Rombongan disambut Vice-President and Deputy Vice-Chancellor (Global Engagement) Mr Rongyu Li, Professor Kath Gelber selaku Deputy Executive Dean and Associate Dean (Academic) Faculty of Humanities, Arts and Social Sciences, Vincent Sacriz (Manager Business Development and Engagement, International Development), serta Ms Thoa Harring (Manager Strategy and Partnerships, Global Partnerships).
"Program ini juga membahas skema co-funding untuk mahasiswa program sarjana (undergraduate), dengan pembiayaan pendidikan ditanggung bersama antara Kemenag dan pihak universitas," kata Nyanyu.
Menurut Nyayu, kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam mengarahkan potensi siswa madrasah pada peningkatan kapasitas pendidikan dan penguatan STEM.
“Kami berkomitmen bersama lahirkan lulusan yang kompetitif di berbagai bidang pendidikan, agama, tetapi juga memumpuni dalam bidang STEM dan kemudian memberikan dampak nyata pada masyarakat,” tegasnya.
Pemerintah Australia sendiri mendorong penguatan STEM melalui pendekatan interdisipliner, penguatan keterampilan praktis, kolaborasi dengan industri, serta kualitas pengajaran yang terintegrasi. Langkah ini dinilai sejalan dengan visi Indonesia Maju dan kebijakan Kemenag Berdampak.
Melalui inisiatif tersebut, Kementerian Agama menegaskan arah kebijakan pendidikan madrasah yang semakin terbuka, adaptif, dan berorientasi pada aksi nyata, sekaligus mendorong ekosistem pendidikan madrasah agar kian berdaya saing global.
Editor: Kendi Setiawan


