Dark
Light
Dark
Light

Harlah Ke-102, PBNU Akan Gelar Kongres Pendidikan dan Kongres Keluarga Maslahat NU

Harlah Ke-102, PBNU Akan Gelar Kongres Pendidikan dan Kongres Keluarga Maslahat NU

Jakarta, Arina.id — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar dua agenda besar yakni  Kongres Pendidikan Nasional NU dan Kongres Keluarga Maslahat NU.

Hal ini disampaikan Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dalam acara Ngopi Bareng Gus Yahya dengan Sahabat Media di Gedung PBNU lantai 8 Jakarta, Jumat (3/1/2025).

"Kami akan menggelar pertemuan yang bersifat nasional untuk membicarakan dan membuat perencanaan lebih konkret di samping evaluasi menyangkut pendidikan dan masyarakat di akar rumput," ujar Gus Yahya.

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Ke-102 Nahdlatul Ulama yang jatuh pada 31 Januari 1926 M atau 16 Rajab 1344 H.

Gus Yahya mengatakan salah satu tujuan dari Kongres Pendidikan Nasional NU adalah untuk membahas perencanaan dan evaluasi pendidikan di tingkat akar rumput.

Dikatakan, NU memiliki berbagai model lembaga pendidikan dan  unit pendidikan mulai dari Raudhatul Athfal (RA) yang jumlahnya 13.000, pesantren dengan jumlah 26.000, madrasah/sekolah sebanyak 10.000, hingga perguruan tinggi yang berjumlah sekitar 300.

Dalam kongres itu, PBNU akan bekerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan untuk merumuskan langkah-langkah strategis demi kemajuan pendidikan di Indonesia.

"Akan ada forum stakeholder dari lembaga-lembaga pendidikan untuk membicarakan problematika dan menyusun langkah-langkah yang akan dijalankan ke depan," ujar Gus Yahya.

Selain itu, PBNU juga akan menggelar Kongres Keluarga Maslahat NU. Kongres ini bertujuan untuk memperkuat keluarga sebagai wadah utama masyarakat di tingkat akar rumput. 

"Kami berpandangan bahwa masalah-masalah di akar rumput ini wadahnya di GKMNU)," ucap Gus Yahya.

Program Gerakan Keluarga Maslahat NU (GKMNU) berfokus pada pemberdayaan keluarga melalui berbagai program, termasuk parenting, keuangan rumah tangga, dan kesehatan.

PBNU telah membentuk satuan tugas (satgas) yang bertugas hingga tingkat desa untuk menjalankan program GKMNU di 10 provinsi, termasuk Jawa, Lampung, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, dan NTB. 

Program GKMNU telah melibatkan lebih dari 2 juta keluarga dalam dua tahun terakhir. Ke depan, PBNU berharap dapat memperkuat peran keluarga dalam pembangunan masyarakat yang lebih baik.

"Kami berharap kegiatan ini dapat diperluas ke seluruh provinsi di Indonesia," jelas Gus Yahya.

Pada kesempatan itu Gus Yahya juga menyampaikan puncak perayaan Harlah ke-102 NU akan digelar pada 5 Februari 2025 di Istora Senayan Jakarta.


Editor: Kendi Setiawan
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo