Jakarta, Arina.id–Direktur Kanzul Ilmi Center (KIC) Bumiayu Brebes, Jawa Tengah, KH Ahmad Nadjib Afandi atau yang akrab disapa Gus Najib, menuntaskan kunjungan ke sejumlah negara Timur Tengah, di antaranya Turki, Irak, Yordania, dan Suriah.
Perjalanan selama 14 hari sejak 28 Juli hingga 9 Agustus 2025 itu tidak hanya diisi dengan agenda ziarah, melainkan juga membangun jaringan kerja sama dakwah dan pendidikan dengan berbagai lembaga internasional.
“Ini adalah bagian dari komitmen Kanzul Ilmi Center dalam mengembangkan dakwah Aswaja sekaligus memperluas jejaring keilmuan,” kata Gus Nadjib, Kamis (28/8/2025).
Bangun Koneksi di Irak
Di Irak, Gus Najib yang juga pengasuh Pesantren Al Hikmah 2 Benda, Brebes ini sekaligus mengantar mahasiswa Indonesia yang mendapat beasiswa dari Dewan Wakaf Sunni Irak dan diterima di Imam Abu Hanifah University.
Selain itu, ia menyambangi beberapa lembaga penting, di antaranya:
Majma Fiqh Irak
Dalam pertemuan dengan Wakil Ketua Majma Fiqh Irak, Syekh DR. Abdul Sattar Al-Samarrai, KIC mengajukan proposal kerja sama penguatan keilmuan Islam, khususnya hadis, tafsir, dan fikih.
Usulan ini mendapat respon positif dan akan diwujudkan melalui program Daurah Shifiyah (kursus musim panas) bagi para kiai dan ustaz dari Indonesia.
Majelis Ulama Irak
Pertemuan dengan Ketua Umum Majelis Ulama Irak, Syekh DR. Mahmud Abdul Aziz Al-Anni, menghasilkan kesepakatan kerja sama dalam bidang pendidikan dan ilmu fatwa.
“Majelis Ulama Irak membuka peluang kaderisasi ahli fatwa untuk para kiai dan pengurus ormas Indonesia. Untuk program ini kami berencana menggandeng MUI pusat sebagai sponsor utama,” jelas Gus Najib.
Rabitah Ulama Irak
Kunjungan berikutnya dilakukan ke kantor Rabitah Ulama Irak di kompleks Masjid Makam Syekh Ma’ruf Al-Karkhi, Baghdad. Rabitah menawarkan kerja sama dalam bentuk short course bagi santri dan kiai Indonesia, dengan pola pengajian kitab-kitab turats yang mirip dengan tradisi pesantren Nusantara.
Diskusi Keilmuan di Suriah
Di Suriah, Gus Najib bertemu sejumlah tokoh penting, seperti Prof. DR. Syekh Hasan Hito, DR. Syekh Muhammad Rojab Dieb, DR. Taufiq Al-Bouti (putra Syekh Said Ramadhan Al-Bouti), serta DR. Syekh Abdul Razaq An-Najm.
Diskusi dengan para ulama itu mencakup politik, pendidikan, dan perkembangan keilmuan pasca runtuhnya rezim Asad.
"Dari sekian lembaga, hanya Darul Hadis Al-Asyrofiyah yang secara resmi menawarkan kerja sama dengan Kanzul Ilmi Center dalam bidang penguatan ilmu hadis,” terang Gus Najib.
Harapan ke Depan
Menurut Gus Najib, kunjungan internasional ini akan disinergikan dengan Himpunan Keluarga Alumni Irak di Indonesia (HIKAMII) agar lebih terarah.
Pihaknya juga berharap ada dukungan dari berbagai pemangku kepentingan untuk mewujudkan program besar ini.
"Kami merasa bangga dan terhormat mendapat sambutan hangat dari berbagai lembaga dakwah dan pendidikan di Timur Tengah," ujarnya.
"Insyaallah langkah ini akan membuka jalan penguatan jaringan keilmuan Islam antara Indonesia dan dunia internasional,” tutup Gus Nadjib.
Editor: Kendi Setiawan


