Arina.id, Konflik berkepanjangan yang terjadi di antara Palestina dan Israel tidak kunjung berakhir sampai saat ini. Tidak hanya menimbulkan keresahan, pertempuran yang telah berlangsung sejak 7 Oktober lalu itu telah memakan ribuan korban jiwa. Kabar terbaru, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu nyatakan secara tegas tolak gencatan senjata dengan pasukan militan Palestina, Hamas.
"Panggilan untuk gencatan senjata adalah panggilan bagi Israel untuk menyerah kepada Hamas, menyerah kepada terorisme, menyerah kepada barbarisme. Ini tidak akan terjadi," katanya seperti dikutp dari AFP News.
Menanggapi kemelut yang tiada akhir itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sampaikan pernyataan sikap dan seruan untuk menghentikan kekerasan dan ketidakadilan di Gaza. Pernyataan itu dibacakan oleh Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf di Gedung PBNU, Jakarta Pusat pada Selasa (31/10/2023).
Adapun isi pernyataan sikap dan seruan itu sebagai berikut:
Dalam keprihatinan yang mendalam atas langgengnya kekerasan dan ketidakadilan selama berpuluh-puluh tahun hingga sekarang di Tanah al-Quds, lebih-lebih dengan terjadinya bencana kemanusiaan dan penghancuran-penghancuran di sekitar wilayah Gaza yang meletus baru-baru ini dan masih berlangsung hingga kini, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan ini:
- Menyerukan dihentikannya tindakan-tindakan yang memperalat agama untuk membenarkan penindasan dan penghancuran terhadap kelompok yang berbeda.
- Menyerukan dihentikannya kekerasan dan penghancuran-penghancuran di sekitar wilayah Gaza dan tepi Barat Sungai Jordan.
- Menyerukan konsolidasi di antara komunitas-komunitas agama, terutama para pemegang wewenang keagamaan di semua lingkungan agama di seluruh dunia untuk bersama-sama atas nama kemanusiaan, ketuhanan, moral, dan etika universal melakukan upaya bersama, dengan arah dan strategi yang nyata untuk menghapuskan lingkaran setan primordial dari kebencian, kekerasan, dan ketidakadilan yang masih terus merundung kemanusiaan hingga saat ini.
- Menyerukan kepada segenap bangsa-bangsa di seluruh dunia untuk menegakkan tata dunia yang dibangun di atas landasan kesepakatan-kesepakatan dan hukum internasional dengan menghormati kesetaraan hak dan martabat bagi setiap manusia demi terwujudnya kehidupan kemanusiaan dan masyarakat internasional yang aman, stabil dan harmonis.
- Mendukung penuh sikap dan langkah pemerintah Republik Indonesia yang telah terus-menerus mengupayakan penyelesaian yang adil atas konflik Israel-Palestina sesuai hukum dan kesepakatan yang ada serta menyediakan diri untuk membantu dengan cara apapun yang mungkin bagi penguatan upaya-upaya pemerintah RI tersebut.
- Menyerukan kepada seluruh umat Islam -khususnya warga Nahdlatul Ulama- untuk menyelenggarakan salat ghaib dan doa bersama guna mendoakan para syuhada dan korban jiwa akibat eskalasi kekerasan yang terjadi di Palestina, serta melaksanakan Qunut Nazilah sebagai bagian dari upaya memohon pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta'ala agar bencana kemanusiaan ini segera terhenti.
- Sebagian bagian dari solidaritas kemanusiaan dan perwujudan ukhuwah basyariyah, PBNU mengajak seluruh warga NU menggalang dana kemanusiaan guna membantu warga Palestina (termasuk menyisihkan dana infaq Jumat mendatang) untuk kemudian dikoordinasikan penyalurannya melalui Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Sedekah NU (LAZISNU).
Editor: Muhammad Faizin


