Dark
Light
Dark
Light

Potensi Bencana Hidrometeorologi Libur Hari Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Versi BMKG

Potensi Bencana Hidrometeorologi Libur Hari Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Versi BMKG

Arina.id. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan terjadinya potensi bencana hidrometeorologi selama perayaan Hari Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Fenomena yang sama pernah terjadi pada 2020.

Hari Raya Natal 2024 diperingati pada Rabu, 25 Desember 2024. Natal termasuk salah satu hari besar yang dirayakan umat Nasrani.

Mereka selalu merayakan tanggal 25 Desember setiap tahun. Hari Raya Natal juga identik dengan perayaan kasih sayang. Umat Nasrani akan menyebarkan kebahagiaan. Mereka juga kerap memberi sebuah kado untuk orang tercinta.

Tepat sepekan setelah Hari Natal 2024, masyarakat akan memasuki Tahun Baru 2025 yang jatuh pada hari Rabu, 1 Januari 2025. 

Tahun Baru biasa dirayakan berbagai kalangan dengan menggelar bermacam acara, termasuk pesta kembang api dan makan bersama. Hal ini dilakukan dalam rangka wujud syukur atas datangnya Tahun Baru 2025. 

Terlepas dari perayaan selama libur Hari Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, masyarakat juga perlu waspada atas potensi bencana yang bisa saja terjadi. 

Potensi Bencana Selama Libur Hari Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, menjelaskan potensi bencana hidrometeorologi. Prakiraan ini bisa terjadi secara bersama selama arus mudik Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. 

Hal ini dikatakan Dwikorita Karnawati saat menghadiri Rapat Tingkat Menteri (RTM) guna melakukan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian sebagai persiapan masa liburan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Acara dipimpin Pratikno, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).

Menurut Dwikorita Karnawati, potensi bencana hidrometeorologi diakibatkan seruak udara dingin dari dataran tinggi Siberia ke wilayah Indonesia . Ini terjadi selama bulan Desember 2024 hingga mencapai awal Januari 2025.

Dwikorita menambahkan, peristiwa yang sama juga pernah menghantam pada Januari 2020. Banjir besar kemudian terjadi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi alias kawasan Jabodetabek.

"Pada Januari 2020 banjir yang terjadi disebabkan oleh seruak udara dingin dari dataran tinggi Tibet. Sekarang ini potensi bencana hidrometeorologi dipicu oleh seruak udara dingin berasal dari dataran tinggi Siberia," kata Dwikorita Karnawati, seperti dikutip laman BMKG. 

Seruak udara dingin diperkirakan dapat memberikan dampak yang penting terhadap wilayah Indonesia bagian barat. Di antaranya mencakup Selat Sunda, Lampung, dan Banten. Kemudian Jawa Barat dan Jawa Tengah. 

Tak hanya itu, potensi lain berupa cuaca buruk yang disertai hujan lebat. Hal ini dapat mengakibatkan gangguan sepanjang jalur mudik dan jalan tol. Oleh sebab itu, masyarakat diminta semakin meningkatkan waspada dan mempersiapkan langkah antisipasi 
 


Editor: Abdul Fatah
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo