Riyadh, Arina.id—Otoritas Arab Saudi pada Rabu (18/3/2026) mengumumkan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat (20/3/2026).
Mahkamah Agung Saudi mengumumkan Kamis sebagai hari terakhir Ramadhan dan Jumat sebagai hari pertama Idul Fitri, menurut Saudi Press Agency dilansir Al Arabiya.
Penetapan ini diumumkan setelah dilakukan pemantauan hilal (bulan sabit) Syawal pada hari ke-29 Ramadan, yang bertepatan dengan 18 Maret 2026.
"Penampakan hilal Syawal menandai berakhirnya bulan suci Ramadan dan menentukan dimulainya Idul Fitri di Arab Saudi," dikutip Al Arabiya.
Sejumlah negara di kawasan Teluk seperti Uni Emirat Arab, Qatar, dan Bahrain juga menetapkan Jumat sebagai hari pertama Idul Fitri, mengikuti hasil rukyat di Arab Saudi.
Sebelumnya, Mahkamah Agung menyerukan kepada umat Muslim di seluruh wilayah Kerajaan untuk turut mengamati hilal Syawal, baik dengan mata telanjang maupun menggunakan alat bantu seperti teleskop.
Masyarakat yang berhasil melihat hilal diminta melaporkan temuannya ke pengadilan terdekat atau bergabung dengan komite rukyat resmi.
Penampakan hilal menjadi penanda berakhirnya Ramadan sekaligus dimulainya bulan Syawal dalam kalender Hijriah yang berbasis peredaran bulan. Kalender ini terdiri dari 12 bulan dengan total 354 atau 355 hari dalam setahun.
Editor: Suci


