Dark
Light
Dark
Light

Sekjend PBNU: Jadwal Muktamar PBNU Tetap Sesuai SK, Januari 2027

Sekjend PBNU: Jadwal Muktamar PBNU Tetap Sesuai SK, Januari 2027

Jakarta, Arina.id - Di tengah klaim percepatan Muktamar PBNU, Sekretaris Jenderal PBNU Amin Said Husni menegaskan bahwa agenda Muktamar ke-35 PBNU tidak berubah dan tetap berlangsung pada Januari 2027.

"Kami berharap kegaduhan ini selesai dan semuanya dapat bersatu kembali menyiapkan muktamar dengan sebaik-baiknya. Jadwalnya sudah jelas, sesuai SK, sampai Januari 2027," katanya ditemui usai Rapat Koordinasi bersama seluruh pengurus lembaga dan badan otonom (banom) di lingkungan NU di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya Nomor 164, Jakarta Pusat, Selasa (2/12/2025). 

Menurut Amin, tanpa dipercepat, jadwal muktamar memang sudah dekat. Ia menilai waktu satu tahun tidak akan terasa jika digunakan untuk persiapan.  "Satu tahun itu enggak lama," kata dia.

Sementara itu, Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil) mengatakan dalam Forum tersebut tidak ada arahan soal muktamar, namun mendorong adanya Islah.

"Kita mendorong supaya ada islah, karena sekarang ini ada upaya beberapa kiai sepuh di Ploso yang masih berjalan untuk mendamaikan ya, karena jalan paling baik dalam pandangan kita sekarang ini adalah islah, rekonsiliasi," katanya menambahkan.

Sebelumnya, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar mengeklaim bahwa organisasi tersebut akan segera menggelar muktamar dalam waktu dekat. Muktamar akan digelar menyusul pemberhentian Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dari jabatan Ketua Umum PBNU.

"Bahwa untuk memastikan berjalannya roda organisasi secara normal, maka akan dilaksanakan rapat pleno atau muktamar dalam waktu segera," ujar Miftachul dalam siaran persnya, Sabtu 29 November 2025.

Pada hari yang sama, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar dan sejumlah pengurus Syuriyah PBNU menggelar Rapat Koordinasi Harian Syuriyah di Lantai 4 Gedung PBNU.

Namun saat ditemui Arina.id untuk dimintai keterangan rapat tersebut. Sejumlah pengurus menolak. "Jangan saya yak, nanti sama Prof Nuh saja. Masih di atas beliaunya," ujar Katib Syuriyah PBNU Prof Asrorun Ni'am Sholeh.


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo